23 May 2022, 15:15 WIB

Dokter Ingatkan Pasangan Lakukan Skrining Jasmani Sebelum Rencanakan Kehamilan


Basuki Eka Purnama |

DALAM merencanakan kehamilan, calon orangtua disarankan melakukan skrining guna mendeteksi lebih dini kesehatan jasmani mereka, sehingga dapat mencegah berbagai kemungkinan di kemudian hari.

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan Yassin Yanuar mengatakan sangat penting bagi calon ibu dan ayah untuk saling terbuka dengan kondisi kesehatan masing-masing sebelum merencanakan kehamilan atau hendak membangun keluarga.

"Alangkah lebih baik lagi jika calon ibu dan calon ayah melakukan berbagai tes atau skrining kesehatan agar dapat mendeteksi lebih dini kesehatan jasmani mereka, sehingga dapat mencegah berbagai kemungkinan di kemudian hari," ujar Yassin dikutip dari siaran pers Tentang Anak, Senin (23/5).

Baca juga: Faktor Genetik dan Hormon Kehamilan Bisa Sebabkan Varises

Selain kesehatan orangtua, hal yang tidak kalah penting dalam merencanakan kehamilan adalah dukungan sosial seperti keluarga, lingkungan kerja, kondisi finansial, dan lainnya.

Calon orangtua juga perlu mengakses berbagai informasi terkait kehamilan, persalinan dan pola asuh anak agar lebih percaya diri dalam menjalani peran baru mereka.

Yassin juga memaparkan perihal poin penting yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan kehamilan guna menjaga kesehatan dan kenyamanan pada proses kehamilan hingga persalinan nantinya.

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan upaya kesehatan ibu. Sebagian besar kematian ibu selama proses kehamilan, persalinan, dan nifas dapat dicegah.

Penyebab langsungnya antara lain pendarahan, preeklampsia, dan infeksi. Sedangkan penyebab tidak langsungnya seperti usia terlalu muda (kurang dari 20 tahun, terlalu tua (lebih dari 35 tahun), terlalu sering (jarak antarkelahiran kurang dari 2 tahun), terlalu banyak (jumlah anak kurang dari 3 tahun lebih dari 2).

"Terlambat mengenali bahaya, terlambat ke fasilitas kesehatan, terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan," kata Yassin.

Selain itu, beberapa faktor kesehatan yang masih banyak terjadi pada perempuan, yang juga dapat menjadi resiko selama kehamilan dan persalinan berlangsung adalah Kurang Energi Kronik (KEK), anemia, HIV, dan lain-lainnya.

Gaya hidup sehari-hari tanpa disadari juga memiliki peran penting terhadap kesiapan fisik seseorang menuju kehamilan. Hal ini dapat menjadi penghambat kesuburan baik dari sisi perempuan maupun laki-laki di antaranya merokok (merusak oosit pada perempuan) dan konsumsi alkohol (penurunan kualitas sperma).

Olahraga yang terlalu berat atau lebih dari 5 jam per minggu, terbukti mampu menurunkan tingkat kesuburan.

Orangtua yang memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi kronis, asma, penyakit tiroid, penyakit jantung, epilepsi, penyakit ginjal kronis, penyakit autoimun, dan lainnya wajib melakukan pemeriksaan terlebih dulu sebelum merencanakan kehamilan agar dapat diperbaiki sejak dini. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT