23 May 2022, 12:00 WIB

Tantangan Mengasuh Anak, Mulai dari Mitos hingga Mengelola Emosi


Maryati T, Fasilitator Rumah Anak SIGAP Anggrek, Sungai Payang, Kutai Kartanegara   | Humaniora

BAGI sebagian masyarakat masih ada kepercayaan tertentu terkait kehamilan dan persalinan. Contohnya, menjadi tabu bagi ibu hamil jika melilitkan handuk di leher. Menurut sebagian orang, hal itu akan mengakibatkan tali pusar sang bayi akan terlilit ketika nanti melahirkan. Padahal jika dirunut, tidak ada kaitannya handuk dengan tali pusar anak. 

Bukan cuma larangan melilitkan handuk di leher, sejumlah larangan pun juga kerap dilontarkan kepada para ibu hamil, yang kebenarannya tidak bisa dipastikan. Sebagai ibu hamil tentu perlu memilah mana informasi yang bermanfaat dan mana yang sebaiknya tidak dilakukan. Karena, meskipun zaman terus berkembang, kepercayaan atau mitos semacam itu masih banyak berseliweran. 

Para calon ibu atau orang tua perlu diberikan edukasi terkait mitos atau kepercayaan mana yang dapat diikuti dan mana yang sebaiknya dihindari. Berbagai informasi ini kerap pula dibagikan oleh para fasilitator kepada calon orang tua dan orang tua di Rumah Anak SIGAP. Karena, tak sedikit ibu hamil atau orang tua yang masih cenderung mengikuti kepercayaan yang tak berbasis dari studi atau penelitian. 

Namun, sejumlah kepercayaan yang hidup di masyarakat tak bisa serta merta ditentang, melainkan disikapi dengan bijaksana. Menghargai adat istiadat merupakan jalan untuk memberikan pemahaman positif dan masuk akal. Dengan begitu, informasi yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. 

Sebagai salah satu fasilitator Rumah Anak SIGAP, tempat ini sungguh terasa seperti komunitas bagi keluarga penerima manfaatnya. Keluarga adalah tempat untuk bernaung, berbagi cerita, dan cinta bersama orang-orang terkasih. Melalui Rumah Anak SIGAP, para orang tua mendapatkan bimbingan dan panduan seputar pengasuhan anak usia dini, khususnya anak berusia 0-3 tahun. Hal ini amat membantu para ayah dan ibu muda yang baru saja mempunyai anak, misalnya seperti mengajarkan cara menyusui yang aman dan baik.  

Mengasuh anak dengan baik dan benar mempunyai tantangan tersendiri. Oleh karena itu, Rumah Anak SIGAP membantu para orang tua untuk belajar seputar pengasuhan anak usia dini, diantaranya mengenai cara mengelola emosi terhadap anak-anak yang sangat aktif dan mempunyai rasa ingin tahu yang lebih, bagaimana bertutur kata yang baik di depan anak, begitu juga dalam melantunkan kalimat-kalimat yang tidak boleh diucapkan depan anak. Selain itu, orang tua juga belajar bagaimana memberi makanan dan asupan yang baik bagi perkembangan anak, khususnya usia 0-3 tahun. 

Rumah Anak SIGAP merupakan bagian dari program Siapkan Generasi Anak Berprestasi (SIGAP), yaitu bentuk kemitraan antara Tanoto Foundation dengan pemerintah daerah. Program SIGAP Tanoto Foundation ini mengembangkan model layanan untuk membekali keluarga dalam mengasuh anak, khususnya yang berusia 0-3 tahun. Pembentukan hubungan antara orang tua dan anak pada tahap awal pertumbuhannya memiliki peran penting dalam perkembangan motorik, linguistik, kognitif dan sosio-emosional anak. Berbagai layanan yang akan tersedia di Rumah Anak SIGAP adalah kegiatan bermain dan pengasuhan bersama, kegiatan individu/konsultasi keluarga (orang tua dan anak), kunjungan rumah, dan kegiatan pendukung lainnya. (O-2)
 

BERITA TERKAIT