22 May 2022, 15:45 WIB

Pemakaian High Heels Rentan Picu Varises


M. Iqbal Al Machmudi |

DOKTER Spesialis Bedah Vaskuler, Charley Simanjuntak, menjelaskan pada dasarnya varises umumnya lebih banyak terjadi pada perempuan. Namun, laki-laki juga bisa mengalami varises, dengan perbandingan 3:1.

"Laki-laki juga bisa terkena penyakit varises, karena berhubungan dengan hormonal. Ada hormon pada wanita yang ternyata efeknya melebarkan pembuluh darah. Jadi, cenderung mudah terjadi varises pada wanita," jelas Charley, Minggu (22/5).

Di Indonesia, lanjut dia, 53% mengalami varises dengan perbandingan 3:1. Di mana perempuan lebih banyak mengalami varises dibandingkan laki-laki.

Baca juga: Tekanan Darah yang Terkendali Buat Hidup Jadi Berkualitas

Hormon pada kehamilan juga mendorong terjadinya varises pada perempuan. Lalu, obesitas dengan penumpukan lemak pada perut, akan menekan pembuluh darah balik, sehingga terjadi varises.

"Selain itu, ketika usianya lebih tua di atas 50 tahun, kecenderungan terjadi varises juga semakin tinggi," imbuhnya.

Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya varises pada perempun. Seperti, pola hidup sehat, rajin berolahraga dan mengatur makanan. Lalu, penting untuk mengurangi pemakaian sepatu hak tinggi.

Baca juga: 

Satgas Covid-19: Kenaikan Mobilitas Masyarakat Tertinggi selama Pandemi

Sepatu hak tinggi (high heels) juga membuat gerakan otot kaki tidak sempurna untuk memompa darah kembali ke jantung. Apabila harus duduk atau berdiri dalam waktu lama, sebaiknya jinjit di tempat tiap satu jam.

"Gerakan jinjit itu agar memompa otot kaki supaya tidak terjadi varises. Lebih bagus lagi kita melakukan olahraga untuk menguatkan otot-otot kaki. Seperti jalan, berenang dan bersepeda," ungkap Charles.

Namun, ada olahraga yang harus dihindari, khususnya yang meningkatkan tekanan di perut. Seperti, plank dan angkat beban terlalu berat. Sebab, varises terjadi karena aliran darah untuk kembali ke jantung tidak didukung.(OL-11)

BERITA TERKAIT