20 May 2022, 12:59 WIB

AS Komitmen Dukung Indonesia untuk Capai Target FOLU Net Sink 2030


Atalya Puspa |

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menandatangani perjanjian kerja sama dengan United States Agency for International Developement (USAID). Kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen Amerika Serikat untuk mendukung visi jangka panjang Indonesia dalam mengimplementasikan rencana operasional Indonesia rendah karbon dan forest and land use (FOLU) net sink 2030.

"Kerja sama KLHK dan USAID mengenai dukungan terhadap FOLU net sink 2030 difokuskan pada ruang lingkup dukungan bidang prioritas dari rencana FOLU net sink Indonesia," kata Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Jumat (20/5).

Bambang menjabarkan, sejumlah dukungan yang diberikan AS antara lain ialah dukungan terhadap pengurangan deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia yang sedang berlangsung.

Baca juga: Menuju Indonesia's FoLU Net Sink 2030 Melalui Pengelolaan Hutan Lestari

Baca juga: Dokumen Bali Package untuk Isu Konektivitas dan Pemulihan Pasca-Covid-19 Dirumuskan

Selain itu, pengelolaan hutan lestari dan alam hutan. Selanjutnya dukungan mengenai rehabilitasi hutan dan lahan, restorasi lahan gambut dan bakau serta konservasi keanekaragaman hayati.

Dukungan yang diberikan AS juga termasuk pada perlindungan spesies unggulan Indonesia.

"Dukungan kerja sama yang dilakukan yakni meliputi kegiatan pertukaran informasi dan pengetahuan, pengembangan dan pelaksanaan project bersama dan belibatan kolaborasi pemangku kepentingan dalam kegiatan penelitian," beber Bambang.

Pada kesempatan tersebut, Direktur USAID Indonesia Jeffery P. Choen mengungkapkan, kerja sama antara KLHK dan AS nantinya akan dituangkan dalam sebuah grand implementation agreement yang baru.

"Ini adalah langkah berikutnya dari kolaborasi AS dan Indonesia. Berbagai program dan kegiatan akan ada dalam grand implementation agreement yang baru," beber Jeffery.

"Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama ke depan dan memperkuat kemitraan konstruktif yang selaras dengan prioritas Indonesia," pungkas Jeffery. (H-3)

BERITA TERKAIT