20 May 2022, 09:34 WIB

UT Berkomitmen Jaga Kualitas Bertaraf Internasional


mediaindonesia.com |

UNIVERSITAS Terbuka (UT) untuk keempat kalinya berhasil menerima quality certificate dari International Council for Open and Distance Education (ICDE) pada 2020. ICDE melakukan kajian (review) atas kualitas terhadap institusi penyelenggara pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTJJ) dengan tujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat, yaitu dengan memastikan bahwa standar kualitas dan penyediaan layanan terhadap mahasiswa terus dijaga dan ditingkatkan.

Penyematan beberapa kali sertifikat kualitas dari ICDE itu menunjukkan pengakuan bahwa UT telah menyelenggarakan PTJJ sesuai dengan standar kualitas penyelenggaraan PTJJ di dunia internasional.

Terkait dengan penghargaan dari ICDE tersebut, Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. menegaskan pihaknya berkomitmen menjadikan UT sebagai PTJJ berkualitas internasional. “Saya bersama pimpinan serta jajaran UT berkomitmen menjaga dan meningkatkan kualitas yang harus kami tempuh. Kualitas menjadi tulang punggung atau backbone bagi UT,” kata Prof Ojat yang didampingi Kepala Humas UT Maya Maria kepada Media Indonesia di Kampus UT Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (19/5).

Dalam menjaga kualitas tersebut, pihaknya menanamkan nilai-nilai budaya yang terinternalisasi di jajaran UT. “Kita berkomitmen pula menjaga budaya mutu dan kualitas. Karena itu, UT juga memiliki sistem penjaminan kualitas, atau simintas,” ungkap Ojat. Ia pun menambahkan, pihaknya juga bekerja sama dengan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), serta ISO.

Diakui Ojat, ICDE merupakan satu-satunya lembaga review berkualitas internasional. “ICDR memang berbiaya mahal. Namun, bermanfaat besar dalam menegaskan praktik PTJJ UT sesuai dengan standar internasional,” tegasnya.

Ia menandaskan, kualitas merupakan satu-satunya jalan dan cara yang UT tempuh agar memiliki kewibawaan akademik. “Kami di UT berkeyakinan bahwa jati diri sebuah lembaga pendidikan sangat dipengaruhi kewibawaan akademik. Hanya mereka yang bereputasi bagus yang didukung kualitas proses yang bagus yang akan dijadikan pilihan oleh masyarakat,” tegasnya.

Kepedulian UT terhadap kualitas telah dibuktikan dengan sejak tahun 2000 UT tidak hanya mengundang pihak BAN-PT, tetapi juga secara sukarela mengundang ISO quality assurance agencies dan ICDE hadir di UT. Dengan demikian, kualitas praktik penyelenggaraan PJJ yang dilaksanakan UT dipastikan akan tetap sejalan dengan kriteria kualitas PJJ bertarap internasional. Selain itu, UT akan tetap tumbuh dan berkembang mengikuti standar mutu internasional yang dibina ICDE sebagai satu-satu asosiasi pendidikan jarak jauh sedunia.

Sejak tahun 2017 sampai saat ini, Ojat mengaku diberi amanah sebagai vocal point ICDE untuk quality assurance network di tingkat Asia.

Kesuksesan UT mempertahankan penghargaan tersebut, menurut dia, merupakan hasil kerja bareng atau kolaborasi yang dirintis lintas generasi. “Karena itu, untuk mempertahankannya, manajemen harus memastikan bahwa setiap kami harus teguh dalam keyakinan dan kukuh dalam kebersamaan untuk menggapai kemenangan. Optimalkan ikhtiar dan sisanya berdoa, serahkan kepada Allah SWT, Tuhan Sang Penggenggam Kehidupan,” katanya.

Kiprah
Selain menjabat Rektor UT, Ojat diamanatkan menjadi Presiden Asian Association of Open Universities (AAOU), atau Presiden Asosiasi Pendidikan Jarak Jauh Asia, periode 2019-2022. Dia juga diminta sejumlah negara untuk melanjutkan kepemimpinan periode ke-2 yang keputusannya akan diambil pada AAOU Conference di Korea Selatan, Oktober mendatang.

Atas kiprahnya tersebut, ia diundang untuk menghadiri pertemuan kegiatan the Third General Assembly meeting of Comstech Inter-Islamic Network on Virtual Universities (CINVU) pada 11-12 Mei 2022 di Kampus Utama Allama Iqbal Open University (AIOU) Islamabad, Pakistan. Rektor UT hadir sebagai tamu kehormatan pada pertemuan tersebut.

Kerja sama antara UT dan AIOU telah terjalin sejak tahun 2019 dan masih terjaga dengan sangat baik hingga saat ini. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh kedua pihak pada tahun itu. AIOU, yang didirikan 1974, merupakan perguruan tinggi pertama di Asia dan Afrika yang mengimplementasikan pembelajaran jarak jauh dan merupakan perguruan tinggi yang memiliki jumlah mahasiswa terbanyak di Pakistan dengan prestasi sangat baik.

Dengan menjadi perguruan tinggi yang menerapkan sistem pendidikan jarak jauh, AIOU dan UT tergabung dalam AAOU bersama dengan 56 institusi pendidikan jarak jauh lainnya di berbagai negara. Wakil Rektor AIOU Prof. Dr. Zia telah menyampaikan undangan kehormatan untuk Rektor UT.

Kegiatan di Islamabad itu, Ojat berharap, dapat membawa nilai-nilai positif yang nantinya dapat diimplementasikan di UT. “Dalam pertemuan ini UT tetap menjadi leader dalam PJJ internasional serta memberikan pengalaman bagi negara negara peserta,” pungkasnya. (Bay/S2-25)

BERITA TERKAIT