18 May 2022, 17:19 WIB

Kemenkes Masih Tunggu Uji Adenovirus pada 13 Kasus Hepatitis Akut


M. Iqbal Al Machmudi |

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menyatakan adenovirus pada pasien hepatitis akut belum ditemukan patogenesisnya dan masih berstatus pending classfication. Sehingga, pasien anak yang meninggal dinyatakan negatif Hepatitis A, B, C, D dan E. 

"Patogennya belum ditemukan. Di Inggris dan Amerika Serikat, adenovirusnya sudah ditemukan sekitar 75%, tapi tetap belum disebut sebagai konfirmasi, karena kesepakatan dunia," jelas Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril, Rabu (18/5).

Baca juga: Kemenkes Konfirmasi 6 Pasien Hepatitis Akut Meninggal, Paling Muda Berusia 2 Bulan

Saat ini, Kemenkes mengonfirmasikan sebanyak 14 kasus hepatitis akut dengan rincian 1 kasus probable dan sudah meninggal. Lalu, 13 pasien masih dalam pending classfication.

Dalam waktu sepekan, nantinya diketahui terkait adenovirus dalam 13 anak yang masih berstatus pending tersebut. "Pada konferensi pers yang akan datang, akan disebutkan hasilnya. Tidak menutup kemungkinan pasien akan berkurang atau justru bertambah," imbuh Syahril.

Menyoroti situasi global, dari awalnya 20 negara kemudian menjadi 27 negara yang melaporkan hepatitis akut. Dengan total kasus menjadi 436 kasus dan kematian sebanyak 11 anak.

Baca juga: Akibat Telat Dibawa ke RS, Pasien Hepatitis Akut Meninggal

Negara terbanyak yang melaporkan kasus ialah Inggris dengan 163 kasus dan Amerika Serikat sebanyak 103 kasus. Gejala yang ditimbulkan pun berbeda-beda.

Di Inggris, hepatitis akut menimbulkan gejala seperti jaundice, muntah, hingga perubahan warna feses. Sedangkan di Indonesia, pasien paling banyak mengeluhkan demam, hilang nafsu makan, muntah dan mual.(OL-11)

BERITA TERKAIT