18 May 2022, 16:02 WIB

Akibat Telat Dibawa ke RS, Pasien Hepatitis Akut Meninggal


M. Iqbal Al Machmudi |

SEBANYAK 6 pasien hepatitis akut meninggal dunia. Rata-rata pasien datang ke rumah sakit dalam keadaan berat. Sehingga, sangat sedikit waktu dan penanganan yang dimiliki rumah sakit.

"Ditemukannya 6 kasus meninggal dan dilakukan investigasi, memang (pasien) datang dalam keadaan berat. Seperti, kejang dan hilang kesadaran, hingga dengan keterlambatan itu, pasien anak meninggal," ujar Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril dalam konferensi pers, Rabu (18/5).

Lalu, ada kasus orang tua pasien membawa anak dengan hepatitis akut ke klinik dan diberi obat. Dalam hal ini, orang tua tidak langsung membawa anaknya ke rumah sakit terdekat.

Baca juga: Kemenkes Konfirmasi 6 Pasien Hepatitis Akut Meninggal, Paling Muda Berusia 2 Bulan

"Sehingga dengan adanya informasi ini, orang tua, dokter dan faskes lainnya harus segera dirujuk ke rumah sakit untuk pasien hepatitis akut ini," imbuhnya.

Syahril menjelaskan bahwa penanganan pasien hepatitis akut sudah bisa dilakukan di beberapa puskesmas. Khususnya, di Jakarta untuk melakukan SGOT/SGPT. Lalu, ada juga puskesmas yang bisa melakukan penanganan Hepatitis A, B, dan C.

Baca juga: Hepatitis Akut tak Berhubungan dengan Vaksin Covid-19

"Untuk di rumah sakit, yang levelnya kabupaten, seharusnya bisa melakukan penanganan lanjutan, kecuali Hepatitis E. Selama ini dilakukan di PMI, karena ada kaitannya dengan transfusi darah dan tidak boleh dilakukan donor yang ada virus hepatitisnya," paparnya.

Saat ini, pasien hepatitis akut yang tercatat di Kemenks mencapai 14 kasus. Itu dengan rincian 1 kasus probable yang sudah meninggal dan 13 kasus masih pending classfication.

"Mudah-mudahan dalam pekan ini, ada hasil tindak lanjut dari pasien pending classification," kata Syahril.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT