18 May 2022, 15:35 WIB

Air Bekualitas Bisa Kurangi Risiko Terpapar Penyakit Kulit


mediaindonesia.com |

KEBERSIHAN menjadi kunci utama kesehatan. Meski begitu, sampai hari ini tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menggunakan air dengan kualitas yang buruk/tercemar untuk keperluan sehari-hari terutama di perkotaan.

Sepuluh dari 34 provinsi di Indonesia memiliki indeks kualitas air buruk. Hal itu disebabkan oleh berbagai kontaminasi.

Di Pulau Jawa misalnya, hanya memiliki ketersediaan air 5.9% untuk mencukupi populasi 56.5%.

Umumnya, masyarakat hanya memperhatikan kualitas air hanya ketika untuk diminum, namun tidak memperhatikan kualitas dan kebersihan air yang dipakai untuk mandi.

Padahal, air yang tercemar dengan polusi dan kimia akan menimbulkan banyak permasalahan kulit juga menimbulkan penyakit kulit .

Hal tersebut sebetulnya dapat teratasi dengan cara yang mudah yaitu meningkatkan kualitas kebersihan air.

Permasalahan seperti seperti kulit kering, bersisik, penuaan dini, alergi, atopy, gatal-gatal, ruam, dan perubahan warna kulit banyak yang disebabkan oleh buruknya kualitas air yang digunakan sehingga banyak sekali zat berbahaya yang terserap oleh kulit dan menimbulkan masalah tersebut.

Baca juga: Ketersediaan Alat Kesehatan dan Literasi Stunting Masih Minim

Dari 273 juta penduduk Indonesia, baru sekitar 20% warga yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekitar dan dampaknya terhadap kesehatan.

Meskipun di tengah pandemi covid-19, kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan cenderung meningkat.

Data dari SurveySensum dan Mobile Marketing Association (MMA) menyebutkan bahwa terdapat perubahan perilaku gaya hidup yang lebih fokus terhadap kebersihan dan kesehatan yang signifikan.

Bersamaan dengan hal tersebut, Shift perusahaan besar asal Korea yang telah dikenal dengan produk-produk terbaik untuk kesehatan dan kecantikan melalui vitamin capsule shower, kini hadir di Indonesia.

Dalam konferensi pers di The Darmawangsa Square, Jakarta, CEO Shift Global, Peter Ha, mengatakan optimisme Shift terhadap Indonesia.

“Jauh sebelum hari ini, tim kami telah melakukan riset dan mengambil sampel air di beberapa kota di Indonesia," jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (18/5)

"Betul, bahwa kualitas air di Indonesia masih relatif buruk. Kami uji coba dan membawa Shift ke Indonesia untuk menawarkan solusi. Kami, dan saya pribadi sangat terkesan dan menaruh banyak optimisme terhadap Indonesia," kata Peter Ha. 

Shift sendiri merupakan pemimpin teknologi dalam produk vitamin capsule shower yang telah dipakai oleh lebih dari 1,5 juta penduduk Korea Selatan

Indonesia menjadi negara kedua ekspansi store Shift, yang produknya telah terjual di 15 negara.

“Kami secara khusus memilih Indonesia sebagai negara kedua setelah Korea Selatan, karena Indonesia memiliki potensi yang besar. Dalam rencana jangka panjang, kami berharap dapat membuka jalur produksi di sini,“ tambah Moosung Kang, CEO Shift Indonesia.

Pop up store pertama Shift Indonesia berada di Cibubur Junction lantai ground floor yang sudah mulai beroperasi sejak 14 Mei 2022.

Selain itu, produk Shift juga bisa didapatkan melalui website shiftmembers.co.id dan beberapa marketplace.

Selama event launching, Shift Indonesia akan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan produk-produk dengan harga terjangkau.

Hal ini bertujuan agar seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat dari vitamin shower device secara merata serta mendapat air bersih dan sehat.

“Bicara kebersihan dan kesehatan, sebelum ke skincare dan lainnya. Semua di mulai dari air. Air yang bersih dan sehat," katanya.

"Maka, hadirnya Shift, ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup dengan diawali dari meningkatkan kualitas air bersih yang dipakai. Karena kulit yang sehat diawali dari air yang sehat,” kata Simon Wijoyo, Director Shift Indonesia.

Selain itu, Simon menambahkan bahwa Shift juga membuka kesempatan untuk bermitra dengan pengguna sehingga pengguna bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi mitra penjualan Shift.

"Dengan demikian peningkatan kualitas hidup dapat terjadi baik di sisi kesehatan dan juga ekonomi," katanya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT