17 May 2022, 11:33 WIB

Seminar Nasional CORE UPJ 2022 Sukses Kupas Komunikasi Pasca-Digital


mediaindonesia.com | Humaniora

MENGUSUNG tema Run Into The New Communication in Post-Digital Era dengan tagline The New Way to Communicate, rangkaian acara CORE UPJ 2022 yang diselenggarakan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) berhasil menggaet 1341 peserta.

Rangkaian acara CORE UPJ sendiri terdiri dari lomba abstrak penelitian, Instagram Live Session Get To The CORE serta Seminar Nasional yang telah dilaksanakan pada11-12 Mei 2022 lalu.

CORE atau Communication In The Future sendiri merupakan acara yang mewadahi para akademisi, praktisi, dan mahasiswa komunikasi untuk berbagi padangan dalam hal memecahkan masalah komunikasi. Memperoleh sebanyak 952 pendaftar,

Seminar Nasional CORE UPJ 2022 dihadiri oleh 800 partisipan yang menyaksikan secara daring melalui Zoom Meeting.

Di tahun kedua, CORE UPJ 2022 mengundang sederet pembicara dari kalangan akademisi komunikasi nasional dan internasional. Seminar nasional CORE UPJ 2022 digelar selama dua hari.

Di hari pertama, seminar terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama seminar dimoderatori oleh Naurissa Biasini, M.I.Kom yang juga merupakan Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi dan diisi oleh Dr. Elizabeth Fish Hatfield (Associate Professor of Communication Studies University of Houston Downtown) yang memaparkan materi dengan topik How Uncertainty Affects individual after Covid-19.

Foto: Sesi diskusi moderator pada Seminar Day 1 [Sesi 1] bersama narasumber yaitu Dr. Elizabeth Fish Hatfield, Ph.D selaku Associate Professor of Communication Studies University of Houston Downtown dan Dr. Walid Afifi, Ph.D selaku Proffesor in the Communication Department University of California Santa Barbara pada Rabu (11/5)

Dilanjutkan oleh Dr. Walid A. Afifi, Ph.D (Professor in the Communication Department University of California Santa Barbara) yang membahas topik The Things that Left Unsaid by Teenager: Topic Avoidance in Family Relationship. Sesi pertama seminar berhasil menarik antusiasme peserta.

Pembicara internasional CORE menyampaikan apresiasi terhadap acara CORE “It was an honor to be part of this event and I receive so many great questions in this event, and I appreciate being in this place,” jelas Dr. Afifi, Pd.D.

\

Foto: Dr. Afifi, Ph.D, memaparkan materi mengenai “The Things That Left Unsaid by Teenagers: Topic Avoidance in Family Relationship” pada Rabu (11/5).

Kemudian Dr. Hatfield, Ph.D. mengutarakan kesan baiknya yakni “The attendance were very impressive. I appreciated seeing the audiences faces. Next year, I think CORE UPJ can again bring international perspectives to your students in a way that offers ideas and experiences from other cultures”.

Sesi kedua hari pertama menghadirkan Dr. N. Nurlaela Arief, MBA (Director of Communication and Alumni Relation SBM ITB & Wakil Ketua Umum PERHUMAS Bidang Pelatihan) dan Antovany Reza Pahlevi (Chief Evangelist Shinta VR), yang membahas mengenai PR trends serta kebaruan teknologi yaitu metaverse.

Dalam pembahasan seminar kedua dijelaskan bahwa tren PR sangat berbeda, dari zaman dahulu sampai sekarang dunia PR harus selalu berkembang mengikuti kecanggihan teknologi dan tentunya perkembangan informasi yang semakin cepat.

Selanjutnya, Antovany Reza Pahlevi menjelaskan mengenai dunia Metaverse atau kecanggihan teknologi terbaru yang saat ini sedang ramai diperbincangkan masyarakat.

Anthony memberikan harapan untuk CORE UPJ.

“Event seperti CORE UPJ ini bisa untuk keep up untuk trend saat ini gitu ya, artinya membantu untuk memberikan literasi terhadap trend-trend, harapannya growth dari satu event ke event yang lain gitu, jadi temen-temen punya spirit untuk terus bertumbuh untuk menjadi lebih keren lagi ke depannya,” terang Antovany.

Pada hari kedua seminar, dimoderatori oleh Suci Marini Novianty, M.Si, Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, kemudian materi disampaikan oleh Dr. Nurjanah, M.Pd. (Dosen Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung), Frisca Clarissa (News Anchor & Producer Kompas TV), dan Henny Puspitasari (Head of Public Relations Media Academy).

Dibuka oleh Nurjanah yang menguraikan lebih dulu pemaparan menarik mengenai environmental communication dengan fokus komunikasi yang dilakukan agar masyarakat dapat melakukan mitigasi bencana.

Kemudian dilanjutkan oleh Frisca Clarissa yang membeberkan realita pekerjaan seorang jurnalis di lapangan beserta nilai dan etika yang harus dipegang teguh oleh jurnalis.

Ditutup dengan pembicara ketiga, Henny Puspitasari, yang memembahas topik media relations di era pascadigital. Henny menjelaskan bahwa media harus memiliki relasi yang baik dengan semua pihak dengan tujuan menjaga nama baik perusahaan.

Henny juga berpesan agar CORE UPJ dapat konsisten terlaksana untuk meningkatkan kemampuan dan ketertarikan generasi muda pada bidang komunikasi.

Frisca Clarissa menyatakan,“CORE UPJ ini memang salah satu sarana buat temen-temen mencari tahu banyak hal dari praktisi dan semoga ini bisa menambah hasanah dan juga insight.

CORE UPJ merupakan acara tahunan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Jaya, dimana pada tahun 2022 dikelola oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi kelas Manajemen Acara minor Public Relations (A) angkatan tahun 2019.

CORE UPJ adalah wadah bagi para mahasiswa, akademisi, maupun praktisi dalam ilmu komunikasi berbagi pandangan, serta menyusun strategi untuk memecahkan masalah komunikasi saat ini.

CORE UPJ sendiri telah berjalan sejak Mei 2021, yang dihadiri oleh 946 peserta dalam seminar nasional. CORE UPJ memiliki website resmi yang memuat berbagai informasi dan juga media sosial yaitu @core.upj di Instagram, Facebook, LinkedIn, dan TikTok. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT