15 May 2022, 12:39 WIB

Pandemi Berdampak Pada Kesehatan Mental Masyarakat


Theofilus Ifan Sucipto | Humaniora

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengatakan pandemi covid-19 memengaruhi kesehatan mental masyarakat. Sebagian orang bahkan mengalami gangguan mental neurologis.

“Kondisi pandemi covid-19 memperparah atau pun semakin memengaruhi kesehatan jiwa,” kata Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes Vensya Sitohang dalam keterangan tertulis, Minggu (15/5).

Vensya mengatakan angka prevalensi gangguan mental masyarakat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan sebelum pandemi. Kelompok yang terpapar dengan gangguan jiwa pun beragam.

Senada, psikiater Hervita Diatri menjelaskan kelompok yang terdampak memiliki tata laksana yang berbeda. Kelompok pertama, yakni mereka yang sebelumnya tidak ada masalah kesehatan jiwa, kemudian menjadi memiliki masalah sampai mengalami gangguan jiwa.

“Kelompok kedua adalah mereka yang memang sejak awal sudah mengalami masalah kesehatan jiwa,” ujar Hervita.

Hervita mencontohkan masyarakat yang sudah mengalami kekerasan di rumah tangga. Kondisi itu membuat mereka terus-menerus dekat dengan pelakunya. “Sehingga masalah gangguan jiwanya menjadi lebih besar,” jelasnya.

Kelompok ketiga ialah mereka yang sudah memiliki masalah kesehatan fisik dan kesulitan mengakses layanan kesehatan. Hal itu menyebabkan masyarakat cemas ihwal penyakitnya yang semakin parah.

“Demikian juga teman-teman dengan gangguan jiwa tidak bisa memiliki akses pengobatan,” tutur Hevita.

Kelompok terakhir, yakni kelompok yang paling banyak muncul pada Juli 2021. Kala itu, gelombang pandemi covid-19 meningkat akibat varian Delta.

“Ketika masalah oksigen langka sementara asupan oksigen ke otak itu kurang, bisa saja pada akhirnya menyebabkan gangguan jiwa yang menetap,” pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT