13 May 2022, 23:55 WIB

Optimalisasi Kebutuhan Anak Saat Golden Age


Ovie Fitria, Fasilitator Rumah Anak SIGAP Posyandu Mawar 1, Kabupaten Pandeglang | Humaniora

MASA golden age sangat penting dan perlu diperhatikan khusus oleh orang tua. Pada masa ini, otak berkembang secara maksimal, begitu pula pertumbuhan fisik. 

Selain itu, pada masa tersebut terjadi perkembangan kepribadian anak dan pembentukan pola perilaku, sikap, dan ekspresi emosi. Jika berbagai kebutuhan anak diabaikan pada masa golden age, anak dikhawatirkan mengalami tumbuh kembang yang kurang optimal.

SIGAP merupakan program inisiatif Tanoto Foundation di bidang pengembangan anak usia dini dalam rangka mempersiapkan generasi masa depan yang berkualitas. Program ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memastikan agar setiap anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahapan usianya serta siap menempuh pendidikan dasar. 

Salah satu kegiatan Rumah Anak SIGAP adalah kelas pengasuhan, yang mana orang tua dapat datang ke Rumah Anak SIGAP untuk mendapatkan informasi seputar pengasuhan anak usia dini. Pembahasan materi pengasuhan disampaikan oleh fasilitator. 

Dalam kelas ini, orang tua akan dibantu oleh fasilitator untuk mengulas materi yang sudah didapat agar lebih jelas dan mudah dipahami. Di samping orang tua yang belajar, selama kegiatan kelas berlangsung, anak-anak juga dapat bermain dengan berbagai macam permainan edukasi yang telah disediakan.  

Selain bermain dengan alat permainan, anak-anak juga dapat berinteraksi dengan anak lainnya dan belajar untuk belajar bersosialisasi dengan teman seusianya. Tak jarang pula anak akan rebutan mainan satu sama lain, dengan itu maka anak juga belajar untuk berbagi dan juga belajar untuk tidak merebut apa yang sedang orang lain mainkan, dalam artian anak belajar bahwa tidak semua yang dia inginkan harus selalu terpenuhi, maka itu akan melatih kesabaran anak.

Kelas pengasuhan di Rumah Anak SIGAP digelar di minggu ketiga setelah sebelumnya fasilitator melakukan home visit atau kunjungan ke rumah orang tua. 
 
Salah satu contoh materi yang dibahas yaitu praktik pemberian makan bayi dan anak (PMBA). Tujuan dari mempelajari praktik PMBA ini salah satunya agar orang tua atau partisipan memahami dan mampu mempraktikan PMBA yang tepat dan beraneka ragam, serta berasal dari bahan pangan lokal sesuai usia anak. 

Dalam kegiatan kunjungan Rumah Anak SIGAP yang dilakukan fasilitator pada April ini, fasilitator mengulas pentingnya untuk orang tua mengetahui makanan pendamping ASI (MP-ASI) sesuai dengan usia anak. Sebelum melakukan PMBA, orang tua juga harus mengetahui hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam menyiapkan MP-ASI. 

Kemudian praktik pemberian MP-ASI yang dianjurkan, dan berbagai jenis makan lokal yang dapat dimasak untuk MP-ASI. Selain membahas materi tentang praktik pemberian makan bayi dan anak, pada kelas pengasuhan Rumah Anak SIGAP tersebut, fasilitator juga menunjukan beberapa contoh makanan pendamping ASI sesuai usia anak, agar lebih mudah dimengerti oleh partisipan. 

Itu karena jika hanya mengandalkan penjelasan dari materi saja kadang ada partisipan yang kurang memahami. Maka dengan adanya contoh tersebut partisipan mengetahui makanan pendamping ASI yang sesuai dengan usia anaknya. Kegiatan selanjutnya yang terjadi di sela kunjungan yaitu menyanyikan lagu tentang PMBA agar mempermudah orang tua/partisipan untuk mengingat hal yang harus diperhatikan dalam pemberian MP-ASI.  

Setelah selesai dengan pembahasan materi, orang tua/partisipan kembali fokus memperhatikan anaknya bermain, terkadang ada juga orang tua yang membacakan buku cerita, mengajarkan anaknya berbagai jenis bentuk dan warna. Ada juga yang mengajarkan berbagai jenis hewan, kendaraan, dan berbagai kegiatan stimulasi lainnya. Dengan adanya kegiatan ini, orang tua diharapkan mampu mengasuh dan mendidik anak dengan baik guna mempersiapkan anak agar menjadi generasi yang berkualitas. (O-2)

BERITA TERKAIT