13 May 2022, 23:26 WIB

Eratkan Sosialisasi dan Pertemanan antar Murid, Sekolah Citra Kasih Gelar Youth Summer Experience


Mediaindonesia.com | Humaniora

BERDASARKAN data, generasi Z atau generasi yang lahir pada 1995-2010 sulit mencari teman, sahabat, atau kekasih. Berdasarkan survei, 45% responden menyatakan bahwa mereka sulit untuk menjaga pertemanan. Lalu, 46% responden menyatakan bahwa mereka sulit untuk mengejar karir dan juga mencari pasangan hidup.

Dengan demikian, masalah bersosialisasi dan juga pertemanan mengiringi langkah generasi yang bertumbuh kembang dengan teknologi digital ini. Padahal, dari hasil sensus penduduk pada tahun 2020, gen-z mempunyai jumlah terbanyak (27,94%) di dalam demografi penduduk Indonesia.

Adrianus Yosia dari Sekolah Citra Kasih, Jakarta, menilai hal itu tidak bisa dianggap enteng. Permasalahan itu pun menjadi perhatian serius di SMP dan SMA Sekolah Citra Kasih-Sekolah Citra Berkat (SCK-SCB). 

"SCK-SCB ingin menawarkan salah satu opsi, tidak hanya untuk membantu nara-didik di dalam bersosialisasi dengan sesama murid lain, namun juga dengan masyarakat yang lebih luas," ujarnya dalam keterangan tertulis. 

SCK-SCB, lanjut Adrianus dari bagian Teaching, Learning, and Curricullum (TLC) SCK Jakarta itu, berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang mumpuni, kecakapan dalam kemampuan bersosialisasi bagi nara-didiknya.

Salah satu ruang kegiatan untuk memberikan manfaat bagi nara-didik gen-Z untuk bersosialisasi adalah Youth Summer Experience (YSE). 

Baca juga : Catat, Ini Cara Mudah dan Menyenangkan bagi Anak untuk Memahami Perkalian

"YSE merupakan kegiatan yang diadakan pada waktu liburan sekolah (sekitar bulan Juni) dengan tujuan agar nara-didik dapat mempelajari keahlian hidup dan juga karakter," jelasnya.

YSE pada tahun ini akan dilaksakan pada 20-24 Juni 2022 di Yogyakarta dengan tema Warrior’s Challenge. Lewat acara ini, peserta akan diajak untuk melihat bahwa dirinya adalah seorang kesatria yang sedang menghadapi belantara kehidupan yang tentunya menjadi tantangan bagi mereka. 

"Sebagai seorang kesatria, peserta akan ditantang untuk menghidupi nilai-nilai yang menjadi ciri khas dari kesatria di tengah-tengah tantangan, yakni: keberanian, kejujuran, antusiasme, dan juga disiplin. Harapannya, lewat tema ini, para peserta tidak hanya mempelajari kebajikan-kebajikan di atas, namun juga keahlian hidup," kata Adrianus.

Keahlian hidup yang ingin dituju, diwujudnyatakan ketika nara-didik bercengkrama dengan tokoh publik, pedagang lokal, ataupun warga desa yang menjadi bagian dari komunitas yang akan dituju. Pertemanan peer to peer juga diharapkan dapat tercipta ketika secara berkelompok melaksanakan kegiatan bersama. 

"Di dalam kebersamaan inilah harapannya setiap nara-didik juga dapat belajar kekurangan sekaligus kelebihan di dalam komunitas," katanya. 

"Lewat acara ini, diharapkan bahwa nara-didik yang berpartisipasi di dalamnya dapat menjaga pertemanan dan juga belajar bersosialisasi. Lewat acara tersebut, SCK-SCB berkomitmen untuk bersumbangsih memberikan solusi melalui program YSE, walaupun tidak besar, bagi kemajuan bangsa Indonesia, khususnya bagi gen-Z yang saat ini menjadi generasi dengan jumlah terbanyak," pungkas Adrianus. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT