13 May 2022, 21:19 WIB

Penyintas Hepatitis Akut Bisa Tertular Lagi


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

PASIEN hepatitis akut yang sudah dinyatakan sembuh, berpotensi tertular lagi jika ada kontak erat dengan pasien hepatitis lainnya. 

Apabila sudah dinyatakan sembuh, sebaiknya penyintas menjalankan kegiatan seperti semula. Namun, tetap harus hati-hati agar tidak tertular lagi.

"Sama seperti halnya covid-19. Jika sudah dinyatakan sembuh, bisa melakukan kegiatan biasa. Tapi, bisa tertular lagi kalau mereka ada kontak," jelas Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril dalam konferensi pers, Jumat (13/5).

Baca juga: Masyarakat Harus Kenali Gejala Awal Hepatitis Akut

Menurutnya, setiap rumah sakit sudah bersiap jika ada pasien hepatitis akut, serta terbilang cukup untuk menangani kasus tersebut. Apabila pasien dirujuk ke rumah sakit dengan kondisi tidak berat, masih sangat mungkin dilakukan tindakan.

Pemeriksaan hepatitis akut yang belum diketahui etiologinya ini, tidak termasuk dalam jenis pemeriksaan Hepatitis A, B, C, D dan E. Bukan hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. WHO pun masih dalam tahap pencarian dan pencarian terkait hepatitis akut.

Baca juga: Tujuh Pasien Meninggal Hepatitis Akut Karena telat Dirujuk ke RS

IDAI bersama para ahli telah membuat pedoman penatalaksanaan, pengobatan dan perawatan. Termasuk, urutan pemeriksaan laboratorium. Tidak menutup kemungkinan pasien hepatitis akut menjalani transplantasi hati, seperti kasus hepatitis lainnya.

Syahrul juga menjelaskan bahwa vaksin saat ini diperuntukkan hepatitis yang sudah ada. Sedangkan untuk hepatitis akut, masih belum diketahui etiologinya. Alhasil, perlu penelitian lebih lanjut untuk menemukan vaksin yang pas.

"Kita belum bisa pastikan kaitannya vaksinasi hepatitis dengan hepatitis akut yang belum diketahui etiologinya ini. Tentu saja kita akan mendengarkan para ahli," pungkasnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT