12 May 2022, 19:46 WIB

Gandeng Dunia Industri, SMK PGRI 1 Mejayan Terus Kembangkan Diri


Widhoroso | Humaniora

SMK PGRI 1 Mejayan, Madiun, Jawa Timur, terus melakukan berbagai upaya mengembangkan diri. Salah satunya dengan melakukan kerja sama dengan dunia industri.

"Kami sudah melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan sejumlah industri besar seperti PT INKA Group, Komatsu, Kubota, Polytron. Terbaru, pada 11 Mei kami melakukan MoU dengan D Tech Inovasi Indonesia," terang Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Mejayan, Sampun Hadam dalam keterangan yang diterima, Kamis (12/5).

Menurutnya, kerja sama merupakan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Project Based Learning. Dikatakan, wujud Real Project Based Learning adalah berani menerikan dan mengerjakan order.

"Order itu nantinya dikerjakan bersama PT INKA Madiun sebagai pemberi order dan D Tech Inovasi Indonesia selaku katalisator mengawasi serta menguji order para SMK. Kami menargetkan omzet Rp6,8 miliar pada Triwulan III dan IV Tahun 2022, serta Triwulan I dan II Tahun 2023," jelasnya.

Untuk menunjang hal tersebut, jelasnya, SMK PGRI 1 Mejayan telah menyiapkan SDM unggul berkarakter, mampu bersaing baik dalam dan luar negeri dengan menciptakan sistem pendidikan berbasis skill passport. Skill passport dimaksudkan sebagai panduan dan catatan bagi peserta didik dalam proses belajar dan berlatih untuk mencapai standar kompetensi/kompetensi dasar, yang keseluruhannya diperlukan sebagai syarat kelulusan.

"Melalui sistem pendidikan ini siswa bisa menyelesaikan materi pembelajaran sesuai kurikulum dalam kurun waktu dua tahun, sehingga ketika berada di kelas XII siswa bisa magang sesuai dengan budaya industri yang berlaku," bebernya.

Selain itu, lanjutnya, siswa bisa menyelesaikan skill passport lebih cepat sehingga magang juga lebih cepat Sampun Hadam mengungkapkan SMK Model PGRI 1 Mejayan berhasil mendirikan badan usaha PT CCLE Inovasi tahun ini. Melalui badan usaha ini, Sampun berharap bisa membantu SMK lain untuk mendapatkan legal bisnis dengan industri.

SMK Model PGRI 1 Mejayan juga menyiapkan produk-produk aneka desain mesin yang dikerjakan langsung menggunakan mesin modern mesin CNC oleh siswa jurusan Teknik Pemesinan sebagai support usaha SMK-SMK lain. Tidak hanya sebatas produk-produk tentang machining, SMK Model PGRI 1 Mejayan juga membuat perabot-perabot untuk keperluan kafe-kafe modern, seperti, mesin penggiling kopi (coffee grinder, drip coffee maker, moka pot, mesin kopi espresso), peralatan memasak, dan sebagainya.

"Kami juga menjalankan program program pendidikan seperti Kelas Jepang yang telah mengirimkan 20 siswa bekerja di Jepang. Juga program fast track yang mana 24 mahasiswa fast track semuanya berasal dr SMK Model," jelas Sampun.

Di sisi lain, Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Wikan Sakarinto mengapresiasi respons cepat SMK PGRI 1 Mejayan untuk selalu menggandeng industri dalam sistem pendidikannya. "Ini hebat. SMK Model PGRI 1 Mejayan akan mengerjakan 540 job order pembuatan kursi kereta eksekutif dari PT INKA Madiun dan D Tech sebagai katalisatornya dengan nilai Rp5 miliar," ucap Wikan. (RO/OL-15)

 

BERITA TERKAIT