12 May 2022, 19:00 WIB

Mengenal SKHUN beserta Fungsinya


Miskah Syifa Putri | Humaniora

SKHUN singkatan dari surat keterangan hasil ujian nasional. SKHUN adalah surat yang berisikan informasi nilai rata-rata rapor dan ujian nasional seorang siswa atau pelajar. 

SKHUN berfungsi sebagai syarat masuk sekolah tingkat lanjutan sebelum ijazah resmi diterbitkan. Jadi SKHUN merupakan dokumen pengganti ijazah dalam proses mendaftar sekolah lanjutan. Bila ijazah seorang siswa belum terbit, SKHUN bisa menjadi pengganti sementara untuk pendaftaran sekolah.

SKHUN terdiri dari dua lembar. Lembar pertama memuat nilai tes tiap mata pelajaran yang diujikan. Tidak hanya itu, lembar ini pun akan memuat nilai UN rata-rata sekolah, nilai rata-rata UN secara nasional, dan deskripsi nilai siswa. Adapun deskripsi nilai mencakup empat kategorisasi, yaitu sangat baik, baik, cukup, dan kurang.

Pada lembar kedua, SKHUN memuat deskripsi kompetensi siswa terhadap komponen-kompen mata pelajaran yang diujikan. Maksudnya, deskripsi ini akan memberikan penjelasan dan makna lebih kepada siswa, orangtua, guru tentang angka yang didapat di setiap mata pelajaran UN yang diujikan.

SKHUN memuat hasil nilai dari ujian nasional serta rekapan nilai yang didapat oleh peserta didik. Tidak hanya bermanfaat bagi peserta didik untuk dijadikan sebagai dokumen verifikasi data di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, SKHUN juga bermanfaat bagi orangtua. Orangtua dapat menjadikan SKHUN menjadi bahan evaluasi terhadap hasil belajar anak dan dapat mengarahkan buah hati dalam memilih sekolah selanjutnya. 

Baca juga: Contoh Desain Undangan Pernikahan Inspiratif

Melampirkan surat keterangan atau SKHUN menjadi hal yang wajib dalam proses penerimaan siswa baru di jenjang pendidikan lanjutan. Pasalnya surat keterangan tersebut akan digunakan dalam kegiatan verifikasi data. Misalnya, memindahkan data siswa melalui Web Simdik sebagai acuan tentang identitas siswa tersebut.

Mengingat SKHUN berperan penting sebagai dokumen sementara pengganti ijazah yang belum diterbitkan oleh dinas pendidikan, para siswa ataupun orangtua yang menerima surat tersebut perlu menjaganya dengan hati-hati agar tidak hilang ataupun rusak sebelum mendapatkan ijazah. (OL-14)

BERITA TERKAIT