12 May 2022, 15:53 WIB

BRIN Rancang 9 Penelitian untuk Penyakit Hepatitis Akut Misterius


Atalya Puspa | Humaniora

MERESPON adanya penyakit hepatitis akut misterius di sejumlah negara termasuk Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan melakukan sejumlah penelitian yang berfokus pada penyakit tersebut.

Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN Ni Luh P. Indi Dharmayanti membeberkan terdapat sembilan penelitian yang akan dilakukan oleh BRIN. Pertama, analisis molekuler dan diversitas genetik penyebab hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya.

"Kedua yakni penelitian tentang whole genome sequencing untuk memahami hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini untuk mengetahui epidemiologi dan phenotypes-nya" kata Indi dalam webinar bertajuk Mengenal Hepatitis Akut Lebih Jauh yang diselenggarakan BRIN, Kamis (12/5).

Selanjutnya, BRIN juga akan melakukan riset terkait dengan metragenomic pada darah dan jaringan serta pengembangan perangkat diagnostik. Selain itu, penelitian juga dilakukan untuk mengetahui deteksi dini dan respons cepat terhadap penyakit hepatitis akut.

"Penelitian eksplorasi dan pengembangan bahan baku obat dan obat tradisional untuk hepatoprotektor," ucap dia.

Baca juga: BRIN Targetkan Uji Prakilinis Vaksin Merah-Putih Tuntas di Akhir Tahun

Selain itu, penegakan diagnostik dan pengembangan terapi, termasuk uji klinis obat.

"Seperti halnya covid-19, kemungkinan akan ada obat-obatan dari luar yang akan diujikan di Indonesia. Seharusnya memang BRIN terlibat dalam upaya itu bersama dengan Kemenkes," tutur Indi.

Penelitian lainnya yang dilakukan yakni mengenai multiplex reverse transcriptase PCR untuk mendeteksi hepatitis akkuy misterius. Selain itu, penelitian mengenai mekanisme silvestrol senyawa alami dalam menghambat replikasi virus hepatitis secara in vitra dan in vivo.

Plt Kepala Pusat Organisasi Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Harimat Hendrawan mengungkapkan, sembilan penelitian tersebut masih berupa rancangan yang telah diserahkan kepada Bappenas.

"Mudah-mudahan bisa disetujui di rumah program Bappenas supaya kita bisa ikut andil dalam penanganan hepatitis akut misterius ini," pungkas Harimat.(OL-5)

BERITA TERKAIT