11 May 2022, 20:45 WIB

Rektor Unisba Ingatkan Sivitas Akademika Memberikan Pengabdian Terbaik


Bayu Anggoro | Humaniora


PENGABDIAN perguruan tinggi kepada masyarakat harus dipertegas.
Tidak hanya oleh dosen melalui penelitian, mahasiswa dan unsur terkait
lainnya di kampus pun harus terus berkontribusi.

Hal ini disampaikan Rektor Universitas Islam Bandung, Edi Setiadi dalam
Silaturahmi virtual Idul Fitri 1443 H yang diikuti 1.200-an civitas
akademika Unisba. Acara dilaksanakan secara hybrid dengan kombinasi
online melalui zoom meeting dan tatap muka di Aula Unisba, Selasa
(10/05).

Dia menjelaskan  Idul Fitri 1443 H merupakan fajar baru di bulan Syawal
yang perlu dihiasi dengan perbuatan-perbuatan yang penuh dengan
kebaikan. Salah satunya melalui pengabdian baik kepada masyarakat.

"Pengabdian yang tulus dan penuh dengan kerendahan hati kepada Allah
SWT, sebagai bentuk tunduk dan bergantung kepada-Nya," katanya.

Dia menjelaskan, pengabdian sebagai umat muslim hanya tunggal yaitu
mengabdi, beribadah hanya kepada Allah SWT.

"Sepanjang kita masih bisa bernafas sudah selayaknya semua yang kita
lakukan diwarnai dengan niat ibadah, bahkan tidur pun bisa bernilai
ibadah seperti tidurnya orang berpuasa ibadah apalagi aktivitas lain
yang jelas mendatangkan manfaat," sambung Edi.

Untuk itu, Rektor Unisba berpesan kepada dosen agar meningkatkan riset  mahasiswa atau mengoreksi tugas dan hasil ujian mahasiswa yang semuanya dapat bernilai ibadah.

"Tugas-tugas janganlah dijadikan sebagai beban atau hanya memenuhi
kewajiban saja. Lebih dari itu, harus diniatkan sebagai ibadah supaya hidup kita bermakna," lanjutnya.

Sementara kepada tenaga kependidikan, Rektor meminta agar mereka melayani mahasiswa dengan baik, ramah dan sopan sebagai aktivitas mulia bernilai ibadah yang diberikan kepada para mujahid penuntut ilmu.

Sementara kepada mahasiswa, Rektor mengingatkan sabda Nabi bahwa
menuntut ilmu adalah berada di jalan jihad. "Oleh karena itu
bersungguh-sungguhlah mengambil air kehidupan berupa ilmu dan hikmah di
telaga yang jernih yang bernama Unisba. Perlu anda ingat-ingat ilmu
sebagai sebuah hidayah harus diperjuangkan dengan keras, dengan jihad," tegas Edi.

Rektor menegaskan, poin-poin inilah yang harus dipegang dan tentu jika
dibarengi dengan niat lurus dan ketulusan dalam mengerjakannya, maka
akan menjaga fitrah sebagai manusia untuk selalu mengabdi kepada Allah
SWT.

Lebih lanjut Rektor berharap, Idul Fitri kali ini dapat menjadi momentum untuk menemukan kembali fitrah dan menjadikannya sebagai acuan dan mewarnai aktifitas.

"Momentum Idul Fitri ini kita jadikan momentum untuk memperbaiki diri. Semoga shaum dan semua amalan terbaik yang kita jalankan selama Ramadan, menjadikan kita pribadi-pribadi yang suci, pribadi-pribadi yang lebih khusyuk dalam beribadah, pribadi-pribadi yang lebih menghargai orang lain dan pribadi-pribadi yang menjauhi prasangka buruk kepada sesama," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba HM Faiz Mufidi, berharap Idul Fitri ini dapat menjadikan momentum untuk mampu
menangkap dan meresapi semangat dan nilai-nilai ibadah Ramadan yang
telah dijalani sebulan penuh.

"Paling tidak nilai sabar, nilai disiplin dan teratur dalam menjalani
shaum, serta nilai solidaritas. Insya Allah kita mampu mengaplikasikainnya," ujarnya.

Pada kesempatan ini, tausiyah disampaikan Guru Besar Universitas Langlangbuana Kota Bandung Prof Dedi Mulyasana dengan tema : Memperkokoh Kebersamaan dengan Menebar Kebaikan. (N-2)

BERITA TERKAIT