11 May 2022, 19:06 WIB

Menkes: Surveilans Penanganan Hepatitis Akut Sudah Disiapkan


Emir Chiarullah | Humaniora

PEMERINTAH hingga saat ini belum menetapkan penyakit hepatitis akut misterius sebagai pandemi. Selain kasusnya masih rendah, penyakit ini tidak menyebar seperti layaknya penyakit-penyakit pandemi seperti covid-19.

“Kita sudah ngomong CDC Amerika Serikat dan Inggris. Klasterisasi itu tidak terjadi. Jadi ini tidak semenular yang dibayangkan banyak orang,” katanya usai Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat di Istana Wakil Presiden, Rabu.

Namun demikian, tambahnya, pemerintah saat ini sudah mempersiapkan protokol untuk surveilans ketika seseorang mengalami gejala. 

“Jadi kalau dites SGOT (Serum glutamic oxaloacetic transaminase) dan SGPT (serum glutamic pyruvic transaminase)-nya sudah di atas 100, karena normalnya 30 harus dirujuk ke faskes,” jelasnya.

Baca juga : KSP Sebut Kasus Hepatitis Akut di Indonesia Masih Sebatas Dugaan

Menurut dia, saat ini banyak negara, terutama Amerika Serikat dan Inggris masih terus mencari penyebab penyakit akut tersebut. 

“Jadi untuk sementara masih belum bisa diambil kesimpulan. Tapi yang sudah pasti bahwa penularannya itu jauh lebih rendah dibandingkan yang lain,” ungkapnya.

Mengenai protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyakit ini, Menkes menyebutkan, penyebaran penyakit ini terutama melalui makanan. Jadi hal terpenting yaitu cuci tangan yang rajin sebelum makan dan mengonsumsi makanan yang sudah dimasak. 

“Dua itu saja sih. Khususnya untuk anak-anak ya,” pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT