11 May 2022, 17:55 WIB

KSP Sebut Kasus Hepatitis Akut di Indonesia Masih Sebatas Dugaan


Andhika Prasetyo | Humaniora

TENAGA Ahli Utama Kantor Staf Presiden Brian Sriprahastuti mengatakan 15 kasus hepatitis akut di Indonesia belum bisa dikategorikan sebagai hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya (acute hepatitis of unknown aetiolog).

Ia beralasan, semua kasus itu masih menunggu hasil final pemeriksaan.

"Kemungkinan bisa saja Hepatitis E atau adenovirus. Tapi kita masih belum bisa simpulkan karena semua masih dugaan atau suspek," ujar Brian melalui keterangan resmi, Rabu (11/5).

Ia mengatakan, dari 15 kasus yang sudah dilaporkan tersebut, 11 di antaranya sudah diperiksa dan dipastikan bukan hepatitis A, B, C atau D. Namun, pemerintah juga belum bisa memastikan itu disebabakan hepatitis E atau adenovirus.

"Karena kita masih menunggu reagen untuk mengecek," tuturnya.

Baca juga:  Kasus Hepatitis Akut belum Ditemukan di Klaten

Brian juga mengungkapkan bertambahnya jumlah kasus dugaan hepatitis membuktikan bahwa sistem kewaspadaan dini di Tanah Air berfungsi dengan baik.

"Itu juga menjadi tanda bahwa Surat Edaran Kemenkes tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya direspon dengan baik oleh daerah," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan ada 15 kasus hepatitis akut di Indonesia pada Senin (9/5) lalu. Ke-15 kasus tersebut ditemukan di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sumatra Barat.

Seperti diketahui, fenomena hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya menjadi sorotan dunia setelah WHO menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022. WHO menerima laporan 169 kasus di 12 negara.(OL-5)

BERITA TERKAIT