06 May 2022, 19:35 WIB

BNPB Minta Pengelola Tempat Wisata Perhatikan Potensi Bencana


Atalya Puspa |

MENGINGAT banyak masyarakat yang mengunjungi tempat wisata di masa libur Lebaran, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pengelola kawasan wisata memperhatikan potensi bencana.

"Lebih utama lagi, pengelola kawasan wisata harus benar-benar paham kondisi aspek kebencanaan di lokasi wisata yang dikelola," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat dihubungi, Jumat (6/5).

"Sehingga, jalur evakuasi, sarana peringatan dini dan sirene evakuasi, tersedia di lokasi wisata," imbuhnya.

Baca juga: BMKG Identifikasi Peningkatan Curah Hujan Saat Arus Mudik

Pemerintah daerah juga perlu mengawasi dan mempersiapkan upaya mitigasi. Mulai dari struktur, hingga fisik keras, seperti penguat tebing. Berikut, vegetasi seperti vetiver untuk tempat wisata yang berada di area risiko longsor atau banjir.

"Sebelum izin dikeluarkan, audit tata ruang perlu dilakukan. Sehingga, peruntukan lahan sesuai dengan daya dukung lingkungan," pungkas Abdul.

Masyarakat pun harus melihat peta jalur mudik aman bencana. Sebenarnya, tidak hanya berguna saat mudik, namun juga saat warga menghabiskan waktu libur panjang.

Baca juga: KAI: 6-7 Mei Jadi Puncak Arus Balik dengan Kereta Api

"InaRisk personal ini meski sudah disosialisasikan sejak 2017, tetapi memang kesadaran kita untuk mengecek situasi risiko bencana ketika sedang di luar rumah, masih perlu ditingkatkan," tuturnya.

Sebelumnya, BMKG menyatakan bahwa meski berada pada musim pancaroba (Maret-Mei), namun potensi hujan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi di selatan Jawa. Kemudian, Sumatra bagian selatan, berikut sebagian Kalimantan dan Sulawesi.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT