05 May 2022, 20:31 WIB

Kemenkes Masih Investigasi 3 Pasien Anak Meninggal Terkait Hepatitis Akut


M. Iqbal Al Machmudi |

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) bersama Pemprov DKI Jakarta masih melakukan investigasi kontak untuk mengetahui faktor risiko terhadap tiga kasus hepatitis akut pada anak.

"Berdasarkan hasil investigasi kontak terhadap kasus yang meninggal dunia, ketiganya datang ke fasilitas kesehatan pada kondisi stadium lanjut," jelas Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/5).

"Sehingga, hanya memberikan sedikit waktu bagi tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan pertolongan," sambungnya.

Baca juga: Penelitian Hepatitis Akut Butuh Waktu Hingga 14 Hari

Pada ketiga kasus ini, anak berusia 2 tahun sudah mendapatkan vaksinasi hepatitis. Lalu, usia 8 mendapatkan vaksinasi covid-19 satu kali dan vaksin hepatitis lengkap. Kemudian, usia 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi covid-19 dan hepatitis lengkap.

Ketiganya pun sudah dinyatakan negatif covid-19. Berdasarkan hasil investigasi, juga didapati bahwa satu kasus memiliki penyakit penyerta.

"Sampai saat ini, ketiga kasus ini belum bisa kita golongkan sebagai penyakit hepatitis akut dengan gejala berat. Tetapi, masuk kriteria pending klasifikasi," papar Nadia.

Baca juga: Pakar: Jangan Tunggu Gejala Hepatitis Anak Terlanjur Parah

"Masih ada pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan. Terutama pemeriksaan adenovirus dan pemeriksaan Hepatitis E, yang membutuhkan waktu 10 sampai 14 hari," imbuhnya.

Selain itu, tidak ditemukan riwayat hepatitis dari anggota keluarga lain dari ketiga anak. Pun, tidak ditemukan anggota keluarga lain yang memiliki gejala sama. Keluhan utama menyasar saluran cerna, berikut mual, muntah dan diare hebat.(OL-11)

BERITA TERKAIT