04 May 2022, 14:42 WIB

TMC Cegah Karhutla Akan Dilakukan di Sumsel dan Kalbar


Atalya Puspa |

Teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan akan segera dilakukan di sejumlah wilayah. Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Laboratorium Pengelolaan TMC Budi Harsoyo.

"Rencana di Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat. Insya Allah mulai minggu ketiga Mei kalau semua lancar," kata Budi saat dihubungi, Rabu (4/5).

Sebelumnya, pada 11 April 2022 lalu, operasi TMC telah dilakukan di wilayah Riau. Adapun, operasi tersebut dilakukan hingga 28 April 2022.

"Untuk TMC Riau so far hasilnya cukup baik lah. Selama periode pelaksanaan, hotspot relatif nihil dan TMAT Gambut di beberapa titik meningkat," ungkap Budi.

Sebelumnya, dalam rangka mengantisipasi kerawanan kebakaran hutan dan lahan dan potensi kabut asap yang ditimbulkan selama masa lebaran 2022 di Provinsi Riau, KLHK menempatkan satu unit pesawat helikopter tipe Bell seri 412-EP yang telah tiba di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru pada 27/04/2022.

Pesawat digunakan untuk melakukan patroli udara, pemantauan dan pemadaman udara pada areal yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Direktur Pengendalian Kebakaran dan Lahan (PKHL) KLHK Basar Manullang

menjelaskan ditempatkannya helikopter di Pekanbaru adalah sebagai upaya mengantisipasi kejadian karhutla yang biasanya naik pada musim kemarau.

“Helikopter Bell 412-EP ini akan membantu pengendalian karhutla melalui patroli udara, pemantauan kejadian karhutla, pemadaman udara pada areal yang sulit dijangkau oleh tim darat sebelum api membesar,” jelas Basar.

Basar mengungkapkan penempatan Helikopter Bell 412-EP sebagai bentuk dukungan operasional udara sebagai langkah antisipasi dan kesiapan pengerahan sumber daya dalam pengendalian karhutla.

“Pasca ditetapkannya status siaga darurat karhutla oleh Gubernur Riau, dari pusat segera melaksanakan upaya pengendalian karhutla seperti Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), Patroli Terpadu, dan sekarang penempatan Helikopter Bell 412-EP untuk untuk operasi udara,” terang Basar.

“Penempatan Helikopter Bell 412-EP sewaktu-waktu dapat dialihkan ke provinsi lain sesuai kebutuhan dan penetapan oleh Pimpinan KLHK. Operasionalisasi pesawat helikopter tersebut akan dikoordinasikan oleh KLHK melalui Direktur PKHL,” imbuh dia. (OL-12)

BERITA TERKAIT