27 April 2022, 15:03 WIB

Ini Upaya Pemerintah untuk Pastikan Arus Mudik Lebaran Aman


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

SEKITAR 85 juta orang diprediksi akan melakukan perjalanan mudik. Diperkirakan, sebanyak 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor melintasi jalur darat. 

Banyaknya pemudik di jalur darat juga menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo. Pada beberapa kesempatan, Presiden menyampaikan kekhawatiran akan ada kemacetan total, jika tidak ada manajemen lalu lintas yang tepat.

Staf Ahli Bidang Transformasi Birokrasi Kemenko PMK Aris Darmansyah Edi Saputra menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan persiapan ekstra. Khususnya, dalam menghadapi mudik Lebaran, agar berjalan aman dan sehat.

Baca juga: Cuti Bersama ASN 2022, 29 April dan 4 Hingga 6 Mei

"Kita bersama-sama dengan kementerian terkait dan pihak kepolisian berupaya agar (mudik Lebaran) lancar dan tidak terjadi penumpukan. Seperti arahan Presiden, masyarakat harus melengkapi vaksin dan vaksin booster," ujar Aris dalam keterangan resmi, Rabu (27/4).

Untuk persiapan tata kelola lalu lintas, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema. Di antaranya, dengan menerapkan sistem ganjil-genap dan satu arah di ruas jalan tol Pulau Jawa. Ketersediaan BBM dipastikan aman, begitu juga SPBU mobile untuk kendaraan yang kehabisan bensin.  

Baca juga: Ini Lima Hal yang Harus Perhatikan dari Ban Mobil Anda Sebelum Mudik

Tidak hanya jalur darat, jalur laut dan udara juga dipersiapkan pemerintah. Seperti, pengaturan skema agar tidak terjadi kemacetan di pelabuhan, serta ditambah armada kapal pengangkut. Untuk pengecekan vaksinasi covid-19, akan dilakukan secara random sampling. 

Apabila ditemukan masyarakat belum melengkapi vaksin dosis booster, akan diarahkan untuk vaksin di gerai yang telah disediakan. Bagaimanapun, terwujudnya mudik aman dan sehat, kembali kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat harus sadar untuk menyiapkan diri dengan maksimal dalam perjalanan mudik

"Untuk mudik aman, kesiapan kendaraan, kelayakan, termasuk supir, juga harus menyiapkan fisik. Kalau perlu ada tandem. Termasuk kecukupan kartu tol, agar tidak terjadi kemacetan," pungkasnya.(OL-11)


 

BERITA TERKAIT