25 April 2022, 20:00 WIB

Tumbuh Kembang Melalui Rumah Anak SIGAP


Ovie Fitria, Peserta Pelatihan Tanoto Foundation Program SIGAP |

MASA golden age sangat penting dan perlu diperhatikan khusus oleh orang tua. Pada masa ini, otak berkembang secara maksimal, begitu pula pertumbuhan fisik. Selain itu, pada masa tersebut terjadi perkembangan kepribadian anak dan pembentukan pola perilaku, sikap, dan ekspresi emosi. Jika berbagai kebutuhan anak diabaikan pada masa golden age, anak dikhawatirkan mengalami tumbuh kembang yang kurang optimal.

SIGAP merupakan program inisiatif Tanoto Foundation di bidang pengembangan anak usia dini dalam rangka mempersiapkan generasi masa depan yang berkualitas. Program ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memastikan agar setiap anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahapan usianya serta siap menempuh pendidikan dasar.

Salah satu kegiatan dalam Rumah Anak SIGAP (RAS) adalah kunjungan partisipan yang akan didampingi seorang fasilitator untuk membahas sebuah materi pembelajaran mengenai pola pengasuhan anak yang sudah diberikan sebelumnya. Dalam kunjungan RAS ini orang tua akan dibantu oleh fasilitator untuk mengulas materi yang sudah didapat agar lebih jelas dan mudah dipahami. Di samping orang tua yang belajar, selama kegiatan kunjungan RAS anak-anak juga dapat bermain dengan berbagai macam permainan edukasi yang telah disediakan. 

Selain bermain dengan alat permainan, anak-anak juga dapat berinteraksi dengan anak lainnya. Di situlah anak belajar bersosialisasi dengan teman seusianya, dan tak jarang pula anak akan rebutan mainan satu sama lain, dengan itu maka anak juga belajar untuk berbagi dan juga belajar untuk tidak merebut apa yang sedang orang lain mainkan, dalam artian anak belajar bahwa tidak semua yang dia inginkan harus selalu terpenuhi, maka itu akan melatih kesabaran anak.

Kunjungan orang tua/partisian ke RAS dilakukan minggu ketiga setelah sebelumnya melakukan home visit atau kunjungan ke rumah partisipan yang dilakukan oleh fasilitator. Dalam kunjungan ke RAS pada dasarnya partisipan dan fasilitator akan membahas materi yang sudah dipelajari dari minggu sebelumnya.

Salah satu contoh materi yang dibahas yaitu praktik pemberian makan bayi dan anak (PMBA). Tujuan dari mempelajari praktik PMBA ini salah satunya agar orang tua atau partisipan memahami dan mampu mempraktikan PMBA yang tepat dan beraneka ragam, serta berasal dari bahan pangan lokal sesuai usia anak. Dalam kegiatan kunjang RAS yang dilakukan fasilitator pada April ini, fasilitator mengulas pentingnya untuk orang tua mengetahui makanan pendamping ASI (MP-ASI) sesuai dengan usia anak. Sebelum melakukan PMBA, orang tua juga harus mengetahui hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam menyiapkan MP ASI. Kemudian praktik pemberian MP-ASI yang dianjurkan, dan berbagai jenis makan lokal yang dapat dimasak untuk MP-ASI.

Selain membahas materi tentang praktik pemberian makan bayi dan anak, pada kunjungan RAS tersebut fasilitator juga menunjukan beberapa contoh makanan pendamping ASI sesuai usia anak, agar lebih mudah dimengerti oleh partisipan. Karena jika hanya mengandalkan penjelasan dari materi saja kadang ada partisipan yang kurang memahami. Maka dengan adanya contoh tersebut partisipan mengetahui makanan pendamping ASI yang sesuai dengan usia anaknya. Nah, kegiatan selanjutny yang terjadi di sela kunjungan RAS yaitu menyanyikan lagu tentang PMBA agar mempermudah orang tua/partisipan untuk mengingat hal yang harus diperhatikan dalam pemberian MP-ASI. 

Setelah selesai dengan pembahasan materi, orang tua/partisipan kembali fokus memperhatikan anaknya bermain, terkadang ada juga orang tua yang membacakan buku cerita, mengajarkan anaknya berbagai jenis bentuk dan warna. Ada juga yang mengajarkan berbagai jenis hewan, kendaraan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Biasanya setelah pembahasan materi selesai dan anak juga selesai dengan bermainnya orang tua akan pamitan pulang, namun tak jarang pula ada yang anaknya masih ingin bermain. Intinya dengan adanya kegiatan ini, orang tua diharapkan mampu mengasuh dan mendidik anak dengan baik guna mempersiapkan anak agar menjadi generasi yang berkualitas.

BERITA TERKAIT