25 April 2022, 16:29 WIB

Mereduksi FOLU Net Sink dan Polusi Sampah Plastik Laut


Mediaindonesia.com |

MENURUT Indonesia's Second Biennial Update Report (2018), FOLU masih merupakan penghasil emisi lebih dari 0,61 juta carbon dioxide gas detector per tahun, terbesar dari semua sektor. Sebagai bentuk komitmen Indonesia mengurangi FOLU, pada Februari 2022, Menteri LHK mengeluarkan Keputusan 168/Menlhk /PKTL/PLA.1/2/2022 terkait Rencana Operasional FOLU Net Sink Indonesia 2030. Indonesia menargetkan dapat mengurangi deforestasi dan degradasi hutan, meningkatkan pengelolaan hutan berkelanjutan dan pengelolaan lahan gambut, meningkatkan rehabilitasi, dan memperkuat penegakan hukum. 

Selain itu, menurut studi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 2018-2019 terdapat 0,27-0,59 juta ton plastik masuk ke laut Indonesia setiap tahun. Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut sebagai bentuk komitmen untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang masuk ke laut hingga 70% pada 2025.

Hal itu mengemuka dalam Dialog Publik Satu bertajuk Merefleksikan Kebutuhan Mendesak untuk Aksi Mencapai Planet yang Sehat dan Kemakmuran Bersama yang berlangsung secara virtual pada Jumat (22/4). Dengan mempertimbangkan prioritas Indonesia, dialog kepemimpinan pertama ini berfokus pada FOLU Net Sink dan polusi sampah plastik laut. Ini sebagai rangkaian kegiatan menuju konferensi Stockholm +50 tahun yang akan berlangsung pada 2-3 Juni 2022.

Dalam dialog publik itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyampaikan bahwa dalam merespons isu lingkungan hidup dunia, Indonesia bukan berada di posisi belakang atau tertinggal. Indonesia berada di tengah dan mungkin menuju ke depan dalam menaati komitmen konfensi dunia dalam rangka upaya mengatasi masalah-masalah lingkungan. "Dialog publik ini akan memberi masukan terhadap agenda utama Indonesia dalam mengimplementasikan agenda lingkungan hidup global dan mengumpulkan pandangan pemangku kepentingan tentang solusi inovatif dan komitmen yang lebih berani untuk mencapai planet yang sehat untuk kemakmuran bersama. Dialog publik ini juga akan membahas tiga elemen penting dalam aksi mencapai planet yang sehat dan kemakmuran," tutur Siti Nurbaya Bakar.

Ad Interim Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemenlu Ibnu Wahyutomo menambahkan dialog publik itu menjadi penting untuk menegaskan peran dan kontribusi Indonesia pada isu lingkungan hidup. Pertama, Indonesia dapat berbagi pengalaman dan pencapaiannya kepada dunia, termasuk pengetahuan tradisional dan kearifan lokal sebagai solusi konkret masalah isu lingkungan hidup global. Kedua, Indonesia turut memajukan kepentingan negara berkembang. 

"Ketiga, momentum untuk menegaskan komitmen dan posisi Indonesia sebagai champion bagi lingkungan hidup. Kontribusi Indonesia bagi isu lingkungan hidup global sama besarnya dengan tantangan tata kelola yang harus kita lakukan. Saya berharap dialog ini akan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia dan bagi proses internasional yang sedang berlangsung," ujar Ibnu.

Kepala Perwakilan UNDP di Indonesia Norimasa Shimomura mengatakan diskusi publik tersebut bertepatan dengan Earth Day yang sekaligus menegaskan dedikasi kita bersama dalam mengambil tindakan untuk planet yang lebih sehat di hari ini maupun masa depan. Indonesia gencar menanggapi tantangan serius isu lingkungan hidup ini dan UNDP mendapat kehormatan untuk menemani upaya Indonesia. Diskusi tersebut perlu dilakukan dengan rasa urgensi mengingat pandemi covid-19 menunjukkan beberapa tanda-tanda mereda. Kita, lanjutnya, juga harus menggunakan ini sebagai kesempatan untuk memobilisasi inovasi dalam mengatasi guncangan sosial ekonomi dan mengatasi urgensi iklim dan lingkungan.

Baca juga: Kaktus pun tidak Tahan Hadapi Pemanasan Global

Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Valerie Julliand, menyampaikan pihaknya sangat berterima kasih kepada Indonesia yang telah menyelenggarakan acara ini. Kontribusi aktif Indonesia untuk membuat planet yang sehat dan mengurangi polusi plastik serta melestarikan keanekaragaman hayati dinilainya sebagai bentuk tanggung jawab dan aspirasi yang nyata.

Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Marina Berg, menambahkan fokus dialog publik itu yakni dialog kepemimpinan nomor satu yang mencerminkan kebutuhan mendesak akan tindakan untuk mencapai kemakmuran planet yang sehat untuk semua. "Saya berharap dialog ini akan menjadi landasan bagi tindakan untuk mencapai planet yang sehat dan kemakmuran bagi semua. Aspirasi dan hak semua orang, pembangunan, kesetaraan gender, dan kesejahteraan manusia dapat terpenuhi secara adil dan berkelanjutan." (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT