24 April 2022, 11:20 WIB

IISMA Edisi Vokasi 2022 Tingkatkan Soft Skill Vokasi


Faustinus Nua |

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) telah meluncurkan Program Indonesian International Student Mobility Award (IISMA) Edisi Vokasi Tahun 2022. Program ini, akan memberikan beasiswa kepada 400 mahasiswa vokasi untuk belajar dan magang di luar negeri selama satu semester.

Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Benny Bandanadjaya mengatakan program IISMA Edisi Vokasi hadir untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa beraktivitas di luar kampus di luar negeri. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan nonteknisnya atau soft skills.

“Peningkatan soft skills dengan cara memberikan kesempatan untuk bergaul keluar kampus internasional tentunya,” kata Benny dalam keterangannya, Minggu (24/4). Dia pun mengajak mahasiswa vokasi untuk memanfaatkan kesempatan ini. Dan salah satu persiapan yang dibutuhkan adalah kemampuan bahasa Inggris. “Kesempatan ini sangat luar biasa. Jadi pergunakanlah kesempatan ini dan yang sangat penting adalah persiapkanlah bahasa untuk berkomunikasi ketika lulus,” imbuhnya.

Terkait persyaratan khusus, Ketua IISMA Edisi Vokasi Hilda Cahyani menuturkan syarat utama adalah warga negara Indonesia yang terdaftar sebagai mahasiswa vokasi pada perguruan tinggi negeri maupun swasta. Bagi mahasiswa program Diploma III (D3) dapat mendaftar pada saat semester III. Sementara itu, bagi mahasiswa Diploma IV (D4) bisa mendaftar saat semester IV atau semester VI.

Syarat selanjutnya, mahasiswa vokasi yang akan mendaftar IISMA Edisi Vokasi harus memiliki sertifikat bahasa Inggris. “Ada beberapa target negara yang memang menghendaki sertifikat international seperti TOIEC, Duolingo, dan TOEFL,” ucapnya.

Adapun beberapa negara yang telah mendukung program IISMA yaitu Inggris, Jerman, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, dan Australia. Sementara itu, sepuluh bidang yang menjadi prioritas pada IISMA Edisi Vokasi yakni bidang industri, perhotelan, dan pariwisata; bidang rekayasa; bidang teknologi informasi; bidang bisnis dan manajemen; bidang akuntansi; bidang kelautan, dan maritim; bidang pengelolaan air; bidang pertanian; bidang industri kreatif; serta bidang hubungan masyarakat.

“Para mahasiswa harus mengambil bidang yang ada irisannya sehingga menguatkan bidang ilmu yang mereka pelajari dan yang tidak temukan dikampusnya tapi didapatkan dikampus luar negeri,” tandas Hilda.(H-1)

BERITA TERKAIT