22 April 2022, 20:27 WIB

Pelaku Usaha Turut Dukung Kurangi Sampah Plastik di Indonesia


mediaindonesia.com |

SAMPAH plastik masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan di Indonesia hingga saat ini.

Berdasarkan data The World Bank 2021, Indonesia menghasilkan sekitar 7,8 juta ton sampah plastik setiap tahun.

Sebanyak 4,9 juta ton sampah plastik tidak dikelola dengan tepat, misalnya tidak dikumpulkan, dibuang di tempat pembuangan terbuka, atau bocor dari tempat pembuangan sampah yang tidak dikelola dengan baik.

Pemerintah Indonesia setiap tahunnya melakukan berbagai upaya guna menurunkan jumlah sampah plastik, salah satunya dengan menerapkan kebijakan pelarangan kantong plastik sekali pakai di pasar tradisional, supermarket modern, dan minimarket, sejak Juli 2020.

PT Ajinomoto Indonesia terus berinovasi sekaligus berkomitmen mendukung pemerintah untuk mengurangi penggunaan plastik, salah satunya dengan meluncurkan produk MSG Aji-No-Moto® yang menggunakan kemasan kertas (paper packaging).

“Ini adalah bentuk upaya kami dalam mewujudkan tanggung jawab dan komitmen perusahaan dalam melestarikan lingkungan di Indonesia dengan tetap berpegang teguh pada Ajinomoto Shared Value (ASV) sebagai dasar perusahaan dalam berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan," jelas Rina Sukaesih, Corporate Planning Director PT Ajinomoto Indonesia dalam keterangan pers, Jumat (22/4).

Baca juga: Sampah Plastik 10 Perusahaan Cemari Muara Sungai Wonorejo

"Kami juga senantiasa berusaha untuk selalu mematuhi peraturan pemerintah terkait pengelolaan sampah plastik dan dampak lingkungan lainnya demi melestarikan Indonesia hijau,” jelas Rina.

Ujang Solihin Sidik, Kepala Subdirektorat Tata Laksana Produsen, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan, “Persoalan sampah plastik memang menjadi tantangan yang semakin kompleks dihadapi Indonesia."

"Pemerintah senantiasa melakukan berbagai macam upaya melalui kebijakan dan regulasi yang dibuat dalam rangka mendorong praktik pengurangan sampah plastik melalui implementasi pengelolaan sampah terpadu dari hulu sampai hilir dengan pendekatan full life cycle dari plastik," katanya.

"Pemerintah pun gencar mengajak para pelaku usaha untuk bertanggung jawab melakukan pengurangan sampah produk, kemasan produk, wadah atau kontainer sejak proses disain, produksi, distribusi, ritel, konsumsi, dan pasca konsumsi dengan tetap menangani limbah proses produksi yang dihasilkan dengan baik,” ucap Ujang.

Seorang pemerhati lingkungan, Artika Sari Devi Ibrahim, turut hadir dan berbagi cerita dalam menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

“Hal ini perlu kita terapkan sedini mungkin dan dapat kita lakukan dengan mengajak orangorang dari lingkungan terdekat seperti keluarga untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan baik yang dapat diterapkan di rumah," katanya.

"Seperti: menerapkan sistem 3R (reduce, reuse, recycle), menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan, memilah sampah, menghemat air, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga mencoba membuat pupuk kompos bersama anak-anak,” ungkap Artika.

Putri Astriani, Brand Manager PT Ajinomoto Indonesia menambahkan,"Saat ini, masyarakat Indonesia terutama Gen-Z sudah semakin sadar untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Dalam hal memilih produk, GenZ juga lebih mementingkan value yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, namun juga bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan di sekitarnya.”

Perusahaan mengambil langkah nyata dalam aksi pelestarian lingkungan dengan melakukan modifikasi, yaitu mengurangi penggunaan plastik dan menggantinya dengan kertas pada kemasan produk.

“Dengan inovasi Aji-No-Moto® paper packaging ini, kami dapat mengurangi penggunaan plastik hingga 30%. Selain itu, kami juga mengurangi penggunaan plastik pada produk lainnya seperti: Masako® sejumlah 8,4% dalam setiap kemasan 9gr dan Sajiku sejumlah 9,5% di setiap kemasannya.” tambah Putri. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT