22 April 2022, 13:32 WIB

Di Hari Kartini, Futri Zulya dan Zita Anjani Lahirkan Novel 'Rantau' yang Inspiratif


mediaindonesia.com |

FUTRI Zulya dan Zita Anjani adalah dua kakak beradik  yang melahirkan sebuah karya novel berjudul Rantau. Kolaborasi pertama mereka dalam membuat sebuah novel ini terinspirasi oleh sosok sang ayah, Zulkifli Hasan. Novel ini bercerita tentang Zun, yaitu ayah dari Futri Zulya dan Zita Anjani. 

“Zun diangkat dari kisah ayah kami sendiri. Beliau selalu mengajarkan tentang kerja keras dan usaha sungguh-sungguh untuk meraih mimpi. Sebagai anak perempuan pertama di keluarga, nilai-nilai itu pula yang menempa saya untuk tumbuh menjadi perempuan mandiri yang tak boleh menyerah pada mimpi-mimpi saya,” ujar Futri Zulya saat peluncuran novel Rantau di Jakarta, Kamis, (21/4). 

Senada dengan Futri, Zita Anjani mengungkapkan sosok sang ayah begitu berperan dalam membentuk karakter kepribadian dirinya sebagai seorang pemimpin perempun.

Dia bahkan diajarkan untuk memiliki daya juang agar bisa mewujudkan mimpi yang lebih baik. 

“Ayah kami selalu mengajarkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak-hak yang sama dan harus berjuang mewujudkan dunia yang lebih baik. Saya terjun ke dunia politik, sekarang menjadi pimpinan DPRD DKI, banyak terinspirasi dari sosok ayah,” kata Zita Anjani dalam keterangan pers, Jumat (22/4).

Baca juga: Finding The Almighty God, Mencari Pembuktian Keberadaan Tuhan Lewat Sains

Novel Rantau mengisahkan tentang Zun, yang memiliki kemauan dan tekad besar dalam hidupnya untuk meraih sukses. 

Zun, yang berasal dari Kalianda, Lampung, ingin membuktikan kepada orang sekitarnya bahwa dia bisa sukses di Jakarta. 

Gayung pun bersambut dari sang Ibunda. Dengan bermodal emas yang diberikan kepada Zun untuk modal merantau di Jakarta, Ibunda Zun mengikhlaskan Zun ke Jakarta agar bisa merantau. 

Doa dari seorang Ibu memang tidak pernah meleset. Zun, anak rantau membuktikan dirinya bisa menaklukan Jakarta. Hingga bisa menjadi pengusaha sukses, menteri, ketua MPR RI, dan ketua umum partai politik yang diperhitungkan.

Cerita Inspiratif dari sosok Zun, tertuang jelas dalam novel Rantau. Proses kreatif pembuatan novel Rantau tidak sebentar. Futri dan Zita mengaku butuh waktu satu tahun untuk mengerjakan novel inspiratif tersebut. 

Hal itu karena Futri dan Zita memiliki kesibukan masing-masing. 

Gaya bahasa yang ditampilkan dalam novel sangat mudah dimengerti dan mengalir, sehingga tidak terlalu berat untuk dinikmati para pecinta novel. 

Futri Zulya, adalah seorang ibu rumah tangga sekaligus pengusaha. Setelah lulus dari Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB, ia melanjutkan studi pascasarjana di Australia National University (ANU), Canberra. 

Selain fokus membesarkan dua anaknya, saat ini Futri mengelola jaringan usaha di bidang Woman & Children yang membawahi beberapa unit usaha, di antaranya Kids Republic School (Playgroup, Kindergarten & Primary), Kidz Clinic Children & Development Center, dan Zglow Aesthetics Clinic yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. 

Futri juga aktif di berbagai forum seminar dan coaching clinic tentang anak muda dan kewirausahaan serta kegiatan-kegiatan filantropi.

Zita Anjani, ibu rumah tangga yang juga pejuang politik. Setelah lulus dari University College London, ia memutuskan untuk terjun ke dunia politik dan terpilih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta. 

Saat ini Zita menjadi satu-satunya pemimpin perempuan di jajaran pimpinan dewan provinsi DKI Jakarta. 

Selain aktif di dunia politik, Zita juga menggerakkan banyak komunitas dalam berbagai program pemberdayaan, khususnya peningkatan kapasitas perempuan.

Karena kecintaan kepada dunia pendidikan, dua kakak beradik Futri dan Zita ini sama-sama mendirikan sekolah.

Selain mendirikan Kids Republik yang berada di Jakarta, keduanya juga terlibat aktif membesarkan SMA Kebangsaan yang berlokasi di Kalianda, Lampung Selatan. Tempat kelahiran ayah yang sangat mereka cintai: Zun. Si anak Lampung yang taklukkan Jakarta. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT