21 April 2022, 10:06 WIB

Nenih Mampukan Diri #MelajuKuatBersama Keluarga untuk Tingkatkan Kesejahteraan


mediaindonesia.com |

BUAH pemikiran penting dari RA Kartini yang menjadikannya ikon dari pemberdayaan perempuan Indonesia adalah bagaimana perempuan memiliki kesempatan sama menjalani peran dan meraih mimpi yang dicita-citakan. Namun, peran aktif perempuan saat ini masih perlu ditingkatkan.

Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Eni Widiyanti menyatakan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan masih minim. Yakni hanya 53% daripada laki-laki 82%. “Partisipasi peran perempuan di berbagai sektor termasuk peternakan jadi upaya untuk meningkatkan TPAK, pendapatan perempuan, dan pertumbuhan ekonomi,” kata Eni.

Eni menambahkan industri peternakan sapi perah menjadi peluang bagi perempuan Indonesia untuk meningkatkan taraf perekonomian diri dan keluarga serta berperan dalam asupan bergizi bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Dicari 100 Sosok Pahlawan Kemajuan Keluarga Indonesia

Nenih, sosok kartini perempuan di industri peternakan misalnya, mampu membuktikan keterbatasan tak menghalangi dirinya menggapai cita-cita. Peternak asal Jawa Barat berusia 40 tahun ini hanya menyelesaikan pendidikan hingga SD. Itu tak membuatnya menyerah jadi perempuan lebih berdaya. Dimulai dari merawat sapi orang lain dengan sistem bagi hasil pada 2011, Nenih mengumpulkan uang untuk membeli satu sapi perah.

Semangat Nenih membukakan jalan baginya untuk menimba ilmu peternakan hingga Belanda. Menjadi bagian inisiatif Dairy Development Program (DDP) yang diusung Frisian Flag Indonesia (FFI) pada 2019, Nenih belajar mengelola peternakan sapi perah, langsung dari peternak di Friesland. Di sana, ia belajar manajemen kandang, pemberian pakan, hingga metode pencatatan. Memiliki ketertarikan bidang pencatatan jadi modal keberhasilan Nenih mengembangkan usaha peternakan sapi perah.

Dari hasil usahanya, ia kini memiliki rumah lebih nyaman dan kandang luas untuk menampung 11 sapi perah. Bersama suami, Nenih juga berhasil memberikan pendidikan lebih baik bagi anak-anaknya. Nenih pun membagi ilmu dan pengalamannya kepada sesama peternak sapi perah di sekitarnya. 

Nenih adalah gambaran Kartini masa kini. Satu dari 1.500 peternak perempuan yang jadi binaan DDP FFI. Sosok pahlawan juga ditemukan pada peternak perempuan lainnya. Salah satunya, Mita Kopiah. Kisah dan keseharian Mita menginspirasi sutradara perempuan Nia Dinata untuk menggagas film pendek bertepatan dengan 100 tahun kehadiran FRISIAN FLAG® di Indonesia. Kisah Mita ada di Youtube Frisian Flag Indonesia. 

Pelatihan intensif
Program DDP ini bersama mitra koperasi menggelar serangkaian pelatihan intensif bagi peternak perempuan. Berbagai program pendampingan dan pemantauan bertujuan meningkatkan produktivitas susu segar dalam negeri serta meningkatkan mutu dan kesejahteraan peternak perempuan.

“Dari Teh Nenih, Bu Mita dan sosok peternak perempuan kita belajar bagaimana perempuan berperan memajukan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Sebagai ibu, perempuan juga jadi sekolah pertama bagi anak untuk belajar daya juang dan nilai kebaikan dalam kehidupan. FRISIAN FLAG® berharap bisa mendampingi perempuan Indonesia untuk #MelajuKuatBersama serta memberikan akses dan kesempatan bagi peternak perempuan agar lebih berdaya dan bermakna bagi sekitarnya,” ujar Corporate Affairs Director PT FFI Andrew F Saputro. (RO/S3-25)
 

BERITA TERKAIT