20 April 2022, 18:53 WIB

Dorong Keterlibatan Pemuda dalam Transformasi Digital 


M. Ilham Ramadhan AVisena |

GOLONGAN penduduk muda saat ini kerap disebut sebagai generasi melek teknologi dan mampu beradaptasi mengikuti perubahan zaman dengan cepat. Generasi yang tumbuh dan berkembang beriringan dengan era digitalisasi itu dinilai memiliki potensi yang cukup besar, baik dari perekonomian maupun lingkup sosial. 

Demikian dikatakan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Lestari Moerdijat dalam Forum Diskusi Denpasar 12 bertajuk Peran Kaum Muda dalam Transformasi Digital di Indonesia, Rabu (20/4). Menurutnya, hal yang perlu dipikirkan saat ini ialah bagaimana menggali dan mengoptimalisasi potensi tersebut. 

"Dimaksimalkan, memberikan manfaat, khususnya bagi kita semua dalam konteks kebangsaan, ini lah yang sesungguhnya memerlukan perhatian," ujarnya. 

Perempuan yang karib disapa Rerie itu menambahkan, inovasi teknologi digital dan segala perkembangannya mesti bisa dimanfaatkan Indonesia untuk melakukan lompatan-lompatan besar. Sebab, itu merupakan kesempatan untuk bertumbuh. 

"Kemudahan yang diberikan dalam perkembangan transformasi digital sebetulnya juga memberikan ruang yang sangat besar bagi kita untuk terus tumbuh," kata dia. 

Rerie tak menampik, pesatnya perkembangan teknologi serupa dengan dua mata pisau. Di satu sisi memunculkan banyak dampak positif, dan di lain sisi turut menghadirkan sejumlah dampak negatif. Karenanya kemajuan teknologi mesti diiringi pula dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, utamanya golongan muda. 

Senada, delegasi Indonesia untuk Youth20 (Y20) Indonesia 2022 Marcel Satria mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar dari pemanfaatan teknologi digital. Terlebih, mereka yang cakap menggunakan teknologi merupakan generasi muda, mayoritas penduduk Indonesia saat ini. 

"Sekitar 65% penduduk indonesia merupakan golongan milenial, terbesar adalah pemuda Gen Z yang merupakan 28% dari seluruh penduduk Indonesia. Gen Z itu menggunakan internet 9-10 jam per hari menurut survei Bank Dunia. Jadi pasar ekonomi digital Indonesia itu lumayan besar," terang Marcel. 

Baca juga : Teknologi Probiotik Jadi Terobosan Terkini untuk Produk Higienis

Karena modal itu pula peningkatan kapasitas dan kualitas golongan muda dinilai perlu. Hal tersebut bertujuan agar Indonesia tak melulu menjadi pasar, melainkan pemain besar yang bisa bersaing dalam ranah ekonomi digital di tingkat dunia. 

Apalagi potensi kontribusi ekonomi digital pada perekonomian nasional terbilang cukup menjanjikan. Di 2020 misalnya, 4,1% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia disumbang dari ekonomi digital. Angka itu diprediksi bertambah menjadi 18,9% terhadap PDB di 2030. 

Merujuk data Google, Temasek, dan Bain, Indonesia saat ini menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, porsinya mencapai 40% dari total nilai ekonomi di kawasan. Nilai ekonomi digital Tanah Air di 2021 mencapai US$70 miliar dan diperkirakan naik dua kali lipat menjadi US$146 miliar di 2025. 

"Maka itu penting sekali untuk kami (golongan muda) mulai sekarang mengawasai sektor ekonomi digital. Sebab, walau memiliki peluang besar, ekonomi digital komposisinya saat ini adalah konsumtif, itu cukup memprihatinkan karena kita inginnya mereka produktif," ungkap Marcel. 

Founder CIS School of Innovation Avanti Fontana menuturkan, dengan jumlah besar, golongan muda di Indonesia mestinya masuk ke dalam pentahelix pengembangan transformasi ekonomi digital. Dengan demikian, golongan muda bisa terlibat aktif dan tidak hanya menjadi pengguna konsumtif. 

"Saya kira menjadi poin penting bagaimana menigkatkan kapasitas pemuda dalam berionvasi di era transformasi digital. Peran pemuda tidak saja sebagai pengguna, tapi juga meningkatkan peran pemuda sebagai produser, inovator, peluangnya menjadi semakin besar," kata dia. 

Keterlibatan aktif pemuda dalam pentahelix transformasi digital, lanjut Avanti, dapat mendorong lahirnya berbagai inovasi yang menjawab kebutuhan dan meningkatkan produktivitas Indonesia. 

"Transformasi digital ini memungkinkan pada saat yang sama meningkatkan ekosistem yuang memungkinkan pemuda berinovasi. Dalam konteks ini peran pentahelix, kehadiran pemuda penting diperhatikan dan dikembangkan talentanya," pungkas dia. (OL-7)

BERITA TERKAIT