13 April 2022, 07:05 WIB

Keputusan Reog Ponorogo Jadi Warisan Budaya Tak Benda Dunia Menunggu Sidang Unesco


M Iqbal Al Machmudi |

DOKUMEN pengajuan Reog Ponorogo, tenun, tempe dan jamu sebagai intangible cultural heritage atau warisan budaya tak benda (WBTB) dunia sudah dipenuhi Indonesia. Selanjutnya, keputusan berada di tangan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) PBB.

"Semuanya sudah dinyatakan lolos oleh Ditjen Kebudayaan Kemendikbud-Ristek dan sekarang sudah di Unesco. Setelah itu, baru akan disidangkan di akhir tahun dan hasil keputusannya tahun depan," ungkap Ketua Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Itje Chodidjah saat dihubungi Media Indonesia.

Pemerintah sudah mengajukan kesenian Reog Ponorogo ke UNESCO sebagai WBTB milik Indonesia pada 18 Februari 2022. Kepastian itu disampaikan Menko PMK Muhadjir Effendy pada Kamis (7/4) lalu.

"Di Indonesia kan Reog Ponorogo sudah lama diakui sebagai warisan budaya tak benda sejak tahun 2013. Selama kurun waktu 4 tahun berjalan pemerintah sudah melengkapi dan menyempurnakan semua persyaratan untuk diusulkan ke UNESCO," kata Muhadjir.

Klaim Malaysia
Reog Ponorogo sebelumnya sempat dikabarkan diklaim oleh Malaysia, hingga memicu aksi unjuk rasa dari seniman reog di Jawa. Ketika dikonfirmasi, Wakil Delegasi RI untuk Unesco, Ismunandar menegaskan hal itu tidak benar.

Hingga saat ini, menurutnya, baru Indonesia yang mengajukan Reog menjadi WBTB milik Indonesia. "Kami sudah lakukan pengecekan, jadi sama sekali tidak benar bahwa Malaysia mendaftarkan reog untuk warisan tak benda atau ICH di Unesco," ungkapnya dalam wawancara dengan Metro TV.

Ismunandar meluruskan, WBTB bukanlah hak paten. Menurutnya, beberapa negara yang memiliki suatu budaya yang sama bisa secara bersama mengajukan ke Unesco. "Yang penting warisan budaya itu hidup atau lestari di daerah tersebut," kata dia. (Van/H-2)

 

BERITA TERKAIT