12 April 2022, 17:22 WIB

Kemenkes Pastikan Covid-19 Sub Varian Omicron XE Belum Terdeteksi di Indonesia 


M. Iqbal Al Machmudi |

KEMENTERIAN  Kesehatan memastikan Covid-19 Sub Varian Omicron XE belum terdeteksi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung sekaligus Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers daring, Selasa (12/4). 

"Belum cukup bukti-bukti epidemiologis untuk memperlihatkan perubahannya di dalam masyarakat dan sampai saat ini baik Sub varian XE, XD, maupun XF belum ditemukan di Indonesia," kata Nadia. 

Sub varian yang sedang melanda beberapa negara tersebut merupakan gabungan dari genetik omicron BA.1 dan BA.2. Diketahui varian ini pertama kali terdeteksi pada 19 Januari 2022 dan sudah ada 763 kasus yang ditemukan di Inggris. Sub varian ini dinilai lebih cepat menular dibandingkan Sub varian BA.2. 

Sementara Sub varian XD dan XF merupakan gabungan dari Varian Delta AY.4 dengan Omicron BA.1. Namun kemunculan kasus pertama varian ini berbeda lokasi, XD muncul di Perancis, Denmark, dan Belgia. Sementara XF di Inggris. 

"Artinya ini tetap menjadi kewaspadaan kita bahwa walaupun dikatakan lebih cepat menular dibandingkan varian omikron serta data yang ada sampai saat ini belum memadai tetapi tentunya kita sebagai bagian untuk upaya menekan laju penularan menjadi perhatian kita bersama," jelas Nadia. 

Baca juga : Periode Mudik Ujian Menjaga Kasus Covid-19 Terkendali

Nadia mengatakan, sampai saat ini tidak ada perbedaan khusus pada ketiga varian tersebut. Sebenarnya varian ini masih merupakan suatu jenis yang sama dengan varian omikron tetapi kemungkinan seseorang terinfeksi dengan jenis dua varian yaitu varian delta dan omikron kemudian membentuk sub varian ini. 

Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan genome sequencing per Januari 2022 sudah ada 9.385 spesimen yang dilakukan pemeriksaan genome sequencing dan ini sebenarnya sudah naik 5 kali dibandingkan minggu ke 13 tahun 2021. Alhasil diketahui bahwa secara nasional varian omikron mendominasi varian covid-19 terutama dengan adanya peningkatan proporsi dari sub varian BA.2. 

Nadia menjelaskan untuk varian Delta sudah semakin turun distribusinya di Indonesia, diharapkan target pemeriksaan genome sequencing bisa ditingkatkan walaupun kasus konfirmasi positif terus terjadi penurunan karena dengan mempertahankan jumlah spesimen pemeriksaan genome sequencing maka bisa mendeteksi kalaupun ada perkembangan sub varian ataupun varian-varian baru. 

"Sehingga penurunan kasus konfirmasi harian harusnya tetap kita lakukan upaya untuk mempertahankan target pemeriksaan spesimen untuk genome sequencingnya," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT