12 April 2022, 13:40 WIB

Delegasi RI Tegaskan Malaysia Tidak Daftarkan Reog ke UNESCO


Faustinus Nua |

WAKIL Delegasi RI untuk UNESCO, Ismunandar menegaskan bahwa Malaysia tidak mendaftarakan reog sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO.

"Saya ingin klarifikasi dulu kami sudah lakukan pengecekan, jadi sama sekali tidak benar bahwa Malaysia mendaftarkan reog untuk warisan tak benada atau ICH di UNESCO," ungkapnya di Metro TV, Selasa (12/4).

Informasi yang sempat ramai bahwa reog diklaim oleh Malaysia untuk didaftarkan ke UNESCO, menurutnya tidak benar. Batas waktu pendaftaran sudah ditutup pada 31 Maret lalu dan tidak ada klaim dari negara tetangga tersebut.

Ismunandar juga menegaskan bahwa warisan budaya tak benda di UNESCO bukanlah suatu paten. Jadi sebenarnya tidak tepat disebut mengklaim budaya bangsa lain. Beberapa negara yang memiliki suatu budaya yang sama bisa bersama mengajukan ke UNESCO.

"Jadi sekai lagi ini bukan pengakuan paten, bukan pengakuan asal-usul. Tidak ada hubungannya degan itu, yang penting warisan budaya itu hidup atau lestari di daerah tersebut," kata dia.

Dia menjelaskan, sebetulnya pendaftaran warisan tak benda ke UNESCO berdasarkan pejanjian bersama atau konvensi bersama semua negara anggota. Saat ini sudah 180 negara yang tergabung di dalamnya.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran bahwa warisan budaya tak benada itu penting untuk kehidupan bersama. Karena di sana ada nilai-nilai luhur, ada hal-hal yang penting untuk pembangunan berkelanjutan dan juga untuk meningkatkan kerja sama internasional.

"Jadi justru yang penting itu adalah bagaimana kita bekerja sama untuk melestarikan hal-hal yang sangat penting tadi," imbuhnya.

Lewat diakuinya budaya suatu bengsa menjadi warisan UNESCO, hal itu menunjukan identitas bangsa. Selain itu pu menjadi kebanggaan bagi pelaku budaya untuk senantiasa menjaga dan melestarikannya.(OL-13)

Baca Juga: Pakar: Klaim Reog Ponorogo Jadi Refleksi Bagi Indonesia

BERITA TERKAIT