11 April 2022, 23:51 WIB

Menulis Cerita Pendek Itu Mudah, Terpenting Terus Perbaiki Tulisan


mediaindonesia.com |

MENULIS fiksi, apakah cerita pendek (cerpen), novel, dan jenis tulisan lainnya, sebenarnya mudah untuk dilakukan. Tentunya jika kita konsisten mau mencoba dan terus menulis berbagai ide yang muncul di kepala. 

“Baik buruknya tulisan, tinggal pembaca yang menilai. Yang penting kita sudah menulis dan terus memperbaiki tulisan kita sesuai dengan pakem yang ada,” ujar Cerpenis, Kurnia Effendi dalam acara Piknik Kata-kata Alinea pada Senin (11/4).

Kegiatan workshop penulisan kreatif ini akan dilakukan secara rutin oleh Perkumpulan Penulis ALINEA. Penulisan cerpen yang dilakukan secara hybrid ini bekerja sama dengan Perpustakaan Baca di Tebet, Senin (11/4/2022) di Jakarta. 

Kurnia Effendi berpesan, "Jangan berhenti menulis. Sebab keterampilan mengolah kata itu akan semakin terasah dan hasilnya semakin baik, jika kita terus praktik ya itu menulis."

Kurnia tampil berdua dengan penulis cerpen yang kini dikenal sebagai penulis biografi, Alberthiene Endah,

Baca juga: Suka Menulis Cerpen? Yuk Kirim ke Sayembara Cerpen Media Indonesia

Program “Piknik Kata-kata” edisi perdana dengan  workshop cerpen ini dihadiri banyak peserta, baik anggota ALINEA maupun komunitas.

Waktu yang cukup panjang dari pukul 13.30 hingga menjelang buka tak terasa, sebab banyak pertanyaan dan diskusi menarik baik langsung maupun yang via zoom.

Untuk pemantik diskusi, Kurnia Effendi yang akrab disapa Mas KEF ini mengatakan, cerpen itu sifatnya habis dibaca sekali duduk.

"Artinya, pembaca dengan cepat bisa mencerna isi cerita di dalam cerpen. Jadi, dalam cerpen sebaiknya memang hanya ada satu batang cerita," jelasnya.

Untuk memantik diskusi, KEF yang menulis cerpen mulai 1978, sampai hari ini, memaparkan sejumlah teori penulisan cerpen yang diberi label “Penulisan Kreatif”.

Penjelasannya mulai dari tema, alur cerita, latar, teknik atau sudut pandang dan bagaimana mengolah konflik dalam cerita, mudah dipahami peserta.

“Membangun konflik dalam cerpen itu penting. Bagaimana tokoh yang ada dalam cerita saling berselisih. Konflik yang paling menarik tentunya yang mengandung ironi. bagaimana endingnya, ya terserah penulis,” kata KEF yang lulusan ITB Bandung ini.

Wadah berhimpun

Sementara itu Alberthiene Endah mengaku sangat senang dengan terselenggaranya acara “Piknik Kata-kata” melalui workshop penulisan cerpen ini. 

“Wah ini luar biasa. Banyak penulis yang hadir di sini, juga peserta dari daerah yang dapat mengikuti via zoom. Ini awal yang baik bagi perkumpulan ALINEA untuk terus merealisasikan program-program,”  kata Alberthiene.

Sedangkan dari Presidium ALINEA yang hadir antara lain Putu Fajar Arcana, Imelda Akmal, dan Mardiyah Chamim.

Sejumlah nama yang cukup dikenal juga hadir seperti penulis dan produser Sekar Ayu Asmara, penulis buku Penyintas ’65' Magdalena Sitorus,  penyair Sihar Ramses Simatupang, penulis dan pengamat perkotaan Nirwana Yoga, Yuli Andiono dan sebagainya.

Mewakili Presidium ALINEA, Mardiyah Chamim menjelaskan apa dan bagaimana ALINEA serta program yang sedang dikerjakan. Sedangkan Putu Arcana juga menambahkan kiprah ALINEA sebagai wadah berhimpun penulis. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT