12 April 2022, 07:05 WIB

Ratusan Seniman Reog Jateng-Jatim Tolak Klaim Malaysia


Akhmad Safuan |

RATUSAN seniman Riog dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di Goa Sentono, Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora atas klaim Malaysia yang mendaftarkan Reog ke UNESCO

Reaksi klaim kesenian Indonesia oleh Malaysia terhadap seni budaya Reog membuat amarah warga dan para seniman Reog di Indonesia, ratusan seniman Reog berasal dari beberapa daerah seperti Blora dan Grobogan (Jateng), Ngawi, Madiun dan Bojonegoro (Jatim) menggelar aksi unjuk rasa di Blora.

Baca juga: Ini Strategi Pemerintah untuk Perluas Cakupan Imunisasi Rutin

Selain membentangkan poster raksasa berisi kecaman dan penolakan terhadap klaim kesenian tradisional Reog oleh Malaysia yang mendaftarkan ke UNESCO, para seniman Reog dari beberapa daerah itu juga meminta pemerintah mengambil langkah cepat untuk segera mendaftar ke UNESCO serta melawan klaim negara tetangga tersebut.

Dengan memainkan kesenian Reog yang disaksikan ratusan warga, seniman Reog yang berkumpul di Goa Sentono, Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora tersebut juga menggelar orasi atas klaim negeri jiran tersebut, karena Rrog merupakan kesenian tradisional asli Indonesia.

"Reog asli Ponorogo dan telah berkembang di berbagai daerah di Indonesia, jadi kita minta agar Pemerintah Indonesia segera mendaftar ke UNESCO bahwa ini adalah milik Indonesia," kata seorang seniman Reog Hanafi.

Sebagai warisan budaya tak benda, demikian Hanafi, Reog merupakan budaya seni tarian tradisional dengxn unsur magis yang selalu dipentaskan di arena terbuka menjadi hiburan rakyat sejak berabad-abad lamanya di Indonesia, maka klaim Malaysia tersebut tidak benar. (H-3)

BERITA TERKAIT