06 April 2022, 09:05 WIB

Rapor Asesmen Nasional Buruk, Jangan Jadikan Pandemi Sebagai Alasan


Faustinus Nua |

HASIL Asesmen Nasional (AN) sudah diumumkan, akhir pekan lalu. Sebagai hasilnya, sebanyak 1 dari 2 peserta didik ternyata belum mencapai kompetensi minimum literasi. Lalu, 2 dari 3 peserta didik belum mencapai kompetensi minimum numerasi akibat pandemi yang berkepanjangan.

Menanggapi buruknya hasil AN, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan meminta pemerintah menerima kenyataan dan segera memperbaikinya.

"Akui saja datanya begitu sambil memang datanya seperti itu sambil mempengaruhi pelaksanaan pendidikan kita di lapangan. Dari sisi ini kita bisa tahu apa lemahnya AN itu. Apakah dari sisi guru/ fasilitas atau proses," ucapnya.

Dengan demikian, kata Cecep, pemerintah bisa melakukan instrospeksi diri dan siap menghadapi perubahan. Bukan sebaliknya, membiarkan daerah untuk melaksaksanakan AN tanpa ada campur tangan dan kolaborasi.

Menurutnya, ada banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas pendidikan di Tanah Air. Bahkan sebelum pandemi, berbagai riset sudah menunjukan rendahnya kemampuan literasi dan numerasi sisiwa.

Untuk itu, kata Cecep, pemerintah harus tetap fokus pada pemulihan pembelajaran. Lantaran hal itu menjadi kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan generasi bangsa.

Kualitas guru dan infrastruktur juga harus berjalan berbarengan. Sebab, keduanya menjadi faktor pendorong akselerasi pendidikan.

"Sekarang dengan otonomi daerah memang guru menjadi tanggung jawab pemda tapi ini kan harus ada guidance. Harus ada petunjuk seperti apa pementaan guru secara nasional, kuantitas, kulaitas dan pemertaaan. Selebihnya pemerintah meningkatkan infrastruktur nenangani pendikan kita," tandasnya. (H-2)

 

BERITA TERKAIT