02 April 2022, 08:10 WIB

Perbanyak Konten Toleransi, UNDP: Indonesia Bisa Jadi Contoh Baik Kawasan


Faustinus Nua |

UNITED Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan PBB terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan toleransi dan perdamaian. Di Indonesia, UNDP mendukung berbagai program pemerintah serta memfasilitasi kelompok masyarakat untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, termasuk toleransi dan perdamaian.

Asisten Kepala Perwakilan UNDP, Siprianus Bate Soro mengapresiasi komunitas komunitas media sosial Indonesia yang secara masif menyebarluaskan konten-konten positif di berbagai platform media sosial. Menurutnya, hal itu bisa menjadi contoh baik bagi kawasan dalam menanggulangi persoalan intoleransi dan ekstremisme berbasis kekerasan.

"Dengan menyebarluaskan konten-konten kreatif dengan narasi posistif yang begitu masif dan itu justru garda depan bukan pemerintah atau lembaga internasional, justru oleh komunitas. Itu jadi contoh-contoh baik yang dapat disampaikan ke negara kawasan, untuk lebih mengisnsiparia lagi kaum muda di kawasan," ujarnya dalam acara Gala Premiere SALAM Campaign: Peluncuran dan Bedah Film, Jumat (1/4).

Baca juga: Gaungkan Narasi Toleransi, Wahid Foundation Fasilitasi 10 Kreator Konten Islam Moderat

Baca juga: Dirjen Nakes Kemenkes Serahkan Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

Kepala Unit Demokrasi, Tata Kelola Pemerintahan dan Pengentasan Kemiskinan, UNDP Indonesia itu mengatakan bahwa masalah intoleransi dan ekstremisme berbasis kekerasan tidak hanya dialami Indonesia. Negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara juga menghadapi tantangan yang sama.

Untuk itu, UNDP bersama pemerintah serta organisasi masyarakat terus berkolaborasi dengan memfasilitasi masyarakat atau komunitas. Apa yang sudah dilakukan Indonesia bisa menjadi best practisse internasional atau knowledge sharing. Mengingat dengan keberagaman agama, budaya, ras dan suku bangsa, toleransi dan perdamain masih tetap terjaga.

Di sektor pemerintah, UNDP mendukung berbagai kebijakan terkait toleransi dan perdamian. Kemudian, badan internasional itu juga mendorong penguatan kapasitas institusi dalam mengimplementasi upaya penanggulangan intoleransi dan ekstremisme berbasis kekerasan. Selanjutnya, contoh baik Indonesia bisa menjadi pelajaran untuk negara-negara kawasa.

"Komitmen mempromosikan perdamaian dan toleransi sebenarnya salah satu tujuan besar yang didukung UNDP dan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan," kata Siprianus.

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid mengatakan bahwa Indonesia memiliki sumber daya yang mumpuni untuk meningkatkan toleransi di masyarakat. Sejak dahulu, bangsa ini sudah dipersatukan oleh persamaan nasib.

Indonesia mampu menjadikan keberagaman sebagai kekayaan dan kekuatan bangsa. Lantas, tugas generasi muda adalah terus menggaungkan nilai-nilai toleransi dan perdamaian.

"Modal kita besar, sebagai masyarakat heterogen karena sejak kita lahir sudah dikelilingi diversity, keberagaman," ucapnya.

Dengan maraknya penggunaan media sosial, maka langkah untuk menyebarluaskan nilai-nilai toleransi melalui media digital. Perbanyak konten positif menjadi keharusan di tengah derasnya arus informasi yang bisa saja disalahgunakan. "Penting sekali kita mengisi ruang publik kita dengan narasi positif," tandasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT