01 April 2022, 06:00 WIB

Belajar Pemrograman di Yayasan Mitra Netra


Nunuy Nurhayati |

YAYASAN Mitra Netra ialah lembaga nirlaba yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan partisipasi tuna netra di masyarakat. Di tempat inilah Muhamad Adinugraha atau biasa dipanggil Nugie banyak menimba ilmu pemrograman komputer terutama JavaScript, sebelum akhirnya direkrut Baznas sebagai staf pengembangan aplikasi.

Berkiprah sejak 14 Mei 1991, banyak program yang dilakukan Mitra Netra untuk tunanetra di seluruh Indonesia, termasuk penganekaragaman peluang kerja untuk tunanetra. "Salah satu dari peluang kerja yang Mitra Netra rintis dan upayakan untuk bisa dilakukan tunanetra adalah tunanetra berprofesi sebagai programmer seperti Nugie," kata Kepala bagian Humas dan Ketenagakerjaan Yayasan Mitra Netra Aria Indrawati.

Beberapa tahun lalu, Mitra Netra menugaskan Sugiyo untuk menyiapkan dan menyelenggarakan pelatihan pemrograman kompuer bagi tunanetra. Sugiyo ialah penyandang tunanetra yang menjadi instruktur komputer di Mitra Netra. "Mulai tahun ini kita menyelenggarakan kursus pemrograman yang berjenjang. Diawali dari perekrutan yang kita umumkan lewat berbagai media yang di-share di mana-mana," kata pria yang kehilangan penglihatan sejak usia tiga tahun ini.

Mengingat pelatihan programming di Mitra Netra sudah menjurus ke profesi tertentu, maka perlakuan pada calon peserta juga berbeda. Ada tes khusus yang harus mereka lalui untuk melihat komitmen mereka dalam belajar. "Jadi tidak semua yang mendaftar kita terima," kata Sugiyo.

Awalnya calon peserta harus melewati tes logika dan matematika. Ada juga tes untuk mengetahui kemampuan mereka mengoperasikan komputer, terutama kemampuan menggunakan Screen Reader. Screen Reader ialah sebuah perangkat lunak yang bisa membantu tunanetra untuk bisa membaca tulisan di layar komputer ataupun gawai. Selain itu, calon peserta juga diharapkan sudah terbiasa menggunakan Windows, internet, dan beberapa aplikasi lainnya.

Setelah calon peserta dianggap memenuhi syarat, mereka akan dievaluasi apakah yang bersangkutan komitmen atau tidak. "Walau kemampuannya sangat bagus, tapi kalau tidak berkomitmen, tidak bisa kita terima," lanjut Sugiyo.

Pelatihan pemrograman komputer bagi tunanetra diselenggarakan Yayasan Mitra Netra setahun sekali. Proses belajarnya memakan waktu kurang lebih 12 bulan dalam tiga level, mulai dari fase belajar, membuat tugas, hingga membuat produk. "Jika berminat silakan akhir tahun mendaftar," pungkasnya. (Nunuy Nurhayati/N-1)

BERITA TERKAIT