18 March 2022, 10:29 WIB

Sejak November 2021, 1.477 Orang Meninggal Karena Varian Omikron


Putri Anisa Yuliani | Humaniora

KEPALA Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan sejak 1 November hingga 16 Maret terdapat 1.477 pasien covid-19 yang meninggal dunia karena varian omikron.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 50% belum divaksin atau sudah divaksin tetapi belum mendapatkan dosis lengkap.

"Jadi kira-kira yang periode omikron. Itu kita analisis dari 1.477 kasus meninggal periode 1 November sampai 16 maret. Nah, ternyata 50% itu belum vaksin atau vaksin baru satu dosis, jadi belum lengkap," kata Dwi saat dihubungi, Kamis (17/3).

Sementara itu, sebanyak 36% diantaranya adalah warga yang sudah mendapatkan vaksin lengkap. Meskipun cukup besar persentase warga bervaksin lengkap yang meninggal akibat omikron, Dwi menuturkan ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kematian pasien covid-19.

"Ada 36% yang vaksin lengkap tapi kita tidak tahu kan. Mungkin sudah waktunya booster tapi keburu sakit dan sakitnya komorbid. Bisa jadi komorbidnya tidak terkontrol dengan baik," ujarnya.

"Jangan sampai orang kesannya sudah vaksin lengkap masih meninggal juga. Kita mesti lihat faktor komorbidnya begitu tidak terkendali," terangnya.

Selain itu, hingga saat ini masih ada warga yang belum mendapatkan vaksin sama sekali baik dosis 1 dan 2. Banyak di antaranya juga memiliki penyakit komorbid.

Untuk itu, ia pun mengimbau agar masyarakat yang belum divaksin dan mampu secara kesehatan untuk divaksin agar segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk divaksinasi. Sementara itu, bagi warga yang memiliki penyakit komorbid diimbau agar selalu rutin memeriksakan kondisi kesehatannya agar penyakit penyertanya terkendali dan kesehatannya dalam kondisi stabil. (OL-12)

BERITA TERKAIT