16 March 2022, 16:00 WIB

Masyarakat Perlu Paham Kelestarian Hutan dan Penurunan Emisi Karbon


mediaindonesia.com |

BELANTARA Foundation kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan lingkungan dalam program Belantara Learning Series Episode 2 (BLS Eps.2): Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan.

BLS Eps.2 ini dilaksanakan pada Rabu (16/3/) melalui aplikasi zoom dan juga siaran langsung YouTube..

BLS Eps.2 yang diselenggarakan kali ini merupakan kolaborasi antara Belantara Foundation, Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan PT. Gaia Eko Daya Buana.

Pelatihan ini nantinya akan memberikan informasi tentang nilai ekonomi dan pendugaan karbon hutan.

Melalui pelatihan ini, Belantara berharap dapat membantu meningkatkan pengetahuan tentang teknis penghitungan dan kebijakan terkini terkait karbon hutan, serta kontribusinya terhadap NDC (Nationally Determined Contribution) yang sudah menjadi komitmen pemerintah Indonesia dalam mendukung penurunan emisi karbon global.

Baca juga: Mengembalikan Hutan Hujan Tropis Kalimantan dari Titik Nol IKN

Belantara Learning Series (BLS) merupakan sebuah program peningkatan kapasitas untuk para mahasiswa, akademisi, praktisi, peneliti, serta pengelola sumber daya alam dan keanekaragaman hayati dari Belantara Foundation.

Program ini mendukung upaya proteksi dan restorasi hutan, penelitian, pemberdayaan masyarakat, serta aksi iklim. BLS juga merupakan program kolaboratif antara Belantara dengan berbagai institusi lintas sektor di Indonesia.

Saat ini BLS telah mencapai episode ke-2, dengan kegiatan perdananya BLS Eps.1 “Metode Monitoring Harimau dan Burung” dilaksanakan di akhir Desember 2021 lalu.

“Dengan diadakannya event Belantara Learning Series Episode 2 ini, harapan kami, para praktisi konservasi dan peneliti dapat saling berbagi pengalaman dan keterampilan dalam melakukan upaya pelestarian hutan di Indonesia," ujar Dolly Priatna, Direktur Eksekutif Belantara Foundation.

"Selain itu, mahasiswa dan juga masyarakat umum yang berpartisipasi juga dapat memperkaya pengetahuannya dalam tata cara penghitungan emisi karbon serta nilai ekonominya," jelasnya.

"Walau masih di tengah pandemi yang belum sepenuhnya usai, kami harap dengan diadakannya kegiatan BLS Eps.2 secara daring, kita tetap menjaga antusiasme kita dalam semangat pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati melalui pendekatan karbon,” kata Dolly.

“Memang belum banyak terdengar manfaat hutan bagi kita selain dari sisi kesehatan dan lingkungan, karena selama ini narasi yang beredar di masyarakat hanya sebatas kedua manfaat tadi," jelas Dr.I Wayan Susi Dharmawan, peneliti BRIN.

"Namun kini, saya rasa kita perlu juga mulai melirik sudut pandang lain mengenai manfaat dari melestarikan hutan yaitu dari sisi insentif penurunan emisi dari keberadaan hutan)," katanya.

"Terutama, kita ini merupakan negara yang memiliki area hutan penyimpan cadangan karbon yang sangat luas dan ke depan sangat penting untuk berkontribusi dalam implementasi pembangunan ekonomi hijau,” ucap Wayan Susi Dharmawan. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT