15 March 2022, 06:10 WIB

Urgensi Peta Dasar Skala Besar


MI |

DALAM kaitannya dengan pembangunan nasional berkelanjutan, geoid sangat diperlukan dalam percepatan pemenuhan peta dasar skala besar nasional. Peta dasar skala besar dengan skala 1:1.000 dan 1:5.000 sangat diperlukan untuk mendukung pembuatan rencana detail tata ruang (RDTR), mitigasi kebencanaan, perencanaan infrastruktrur, dan lain sebagainya.

Saat ini, ketersediaan peta dasar skala besar masih minim sehingga dengan adanya geoid teliti dan dikombinasikan dengan pengukuran GNSS dan lidar (light detection and ranging) akan mampu meningkatkan produktivitas pembuatan peta dasar skala besar nasional.

Hasil simulasi dari penggunaan geoid yang dihasilkan pada penelitian itu juga menunjukkan geoid tersebut dapat digunakan untuk produksi peta dasar dengan skala 1:1.000. Bahkan, geoid tersebut juga dapat digunakan untuk pembuatan peta dasar dengan skala 1:500 pada kondisi tertentu. Hingga saat ini, penelitian terkait dengan pengembangan geoid teliti nasional masih berlangsung. Penelitian tersebut tidak hanya difokuskan pada aspek pemodelannya, tetapi juga pada hal-hal fundamental seperti akuisisi data, pengolahan data awal, dan aspek numerik. Beberapa hasil penelitian terkait juga telah didiseminasikan pada jurnal-jurnal ilmiah dan berbagai kegiatan pertemuan ilmiah lainnya.

Untuk menjamin terciptanya pembangunan nasional berkelanjutan yang baik, terwujudnya peta dasar nasional yang memiliki satu referensi serta satu standar pada aspek horizontal dan vertikal menjadi mutlak. Geoid nasional teliti merupakan hal fundamental yang mendukung terciptanya kondisi tersebut.

Saat ini, pemenuhan kebutuhan geoid teliti dapat digunakan hingga peta dasar skala 1:500. Kelak, Institut Teknologi Bandung, khususnya KKGD, akan senantiasa melakukan penelitian fundamental dan inovatif dalam aspek pemenuhan informasi geospasial teliti. Hal tersebut dilakukan dalam mengantisipasi inovasi geospasial yang semakin disruptif di masa mendatang. (Brian Bramanto & Kosasih Prijatna/M-1)

BERITA TERKAIT