12 March 2022, 07:20 WIB

Perlu Program Baru Pendamping Untuk Keuangan Keluarga Miskin Selama Sakit


M. Iqbal Al Machmudi |

GURU Besar Universitas Airlangga Prof Bagong Suyanto mengharapkan ke depannya terdapat program lain untuk mendukung BPJS Kesehatan. Karena saat ini BPJS Kesehatan menjadi penyangga asuransi sosial yang membantu masyarakat miskin mendapatkan pengobatan namun permasalahan kemiskinan selama sakit tidak dipikirkan.

"BPJS Kesehatan menyelesaikan permasalahan pengobatan tapi tidak menyelesaikan penghasilan masyarakat miskin yang hilang selama sakit. Sehingga yang harus dilakukan adalah di luar BPJS Kesehatan harus ada program lain untuk melengkapi tugas negara memberikan penyangga ekonomi orang miskin selama sakit," kata Bagong dalam webinar MUI Jawa Timur, Jumat (11/3).

Karena permasalahan orang miskin tidak selesai jika hanya dibantu sebatas biaya pengobatan karena jika sehari saja tidak bekerja maka penghasilannya tidak dapat atau berkurang banyak.

Baca juga86,8% Penduduk Sudah Terdaftar BPJS Kesehatan

"Kalau orang miskin sakit tidak sekedar dipahami sebagai mencari kesembuhan siapa yang harus menanggung penghasilan orang miskin selama sakit. Karena banyak yang bekerja buruh, tani, kuli dan sebagainya yang bekerja diupah harian," ujarnya.

Di kesempatan yang sama Dokter Bedah Rumah Sakit Onkologi Surabaya dr Ario Djatmiko menjelaskan bahwa sistem kesehatan akan membawa ke masa depan dan BPJS Kesehatan adalah bahan bakarnya untuk mendorong sistem kesehatan bergerak.

"Agar lebih baik lagi sistem kesehatan Indonesia bisa mencontoh negara lain, mengambil tenaga ahli, new business model, dan sharing economic," ujarnya.

Kemudian untuk memberikan kemajuan sistem kesehatan diperlukan memberi harapan baru, meningkatkan patient safety, meningkatkan akurasi, transparan, efisiensi, kecepatan, remote monitoring, dan best practices. (H-3)

BERITA TERKAIT