09 March 2022, 20:09 WIB

Kemenkes : Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Indonesia Capai 90,2% 


Ferdian Ananda Majni |

ANGKA kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada hari ini, Kamis (9/3), Kementerian Kesehatan mencatat sebanayak 31.705 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh. Angka itu membuat secara total 5.258.235 pasien Covid-19 telah dinyatakan sembuh sejak awal pandemi atau mencapi 90,2% dari total kasus di Indonesia. 

Sejalan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang 5.673 kasus dan kumulatifnya menjadi 417.219 kasus (7,8%). Lalu, pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 26.336 kasus terdiri 25.844 kasus transmisi lokal dan PPLN 492 kasus. Sehingga angka kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 5.826.589 kasus.  

Sementara, pasien meninggal bertambah 304 terdiri 303 kasus transmisi lokal dan 1 PPLN dengan kumulatifnya mencapai 151.135 kasus (2,6%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 326.747 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 23.729 kasus.  

Pada perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah 148.944 dengan totalnya melebihi 192 juta atau 192.412.648 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 402.204 dengan totalnya melebihi 148 juta atau tepatnya 148.989.922 orang. Serta penerima vaksinasi ke-3 bertambah 316.533 dengan totalnya melebihi 13 juta atau 13.163.845 orang. Sementara target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang. 

Pada perkembangan per provinsi, terdapat 5 provinsi dengan angka kesembuhan harian tertinggi. Jawa Barat 6.210 orang terdiri 6.186 transmisi lokal dan 24 PPLN dengan kumulatifnya 924.133 orang, diikuti Jawa Tengah 4.226 orang dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 536.100 orang, DKI Jakarta 3.701 orang terdiri 3.699 transmisi lokal dan 2 PPLN dengan kumulatifnya 1.164.854 orang, Jawa Timur 3.053 orang terdiri 3.045 transmisi lokal dan 8 PPLN dengan kumulatifnya 513.596 orang, serta Sumatera Utara 1.849 orang terdiri 1.847 transmisi lokal dan 2 PPLN dengan kumulatifnya 129.214 orang.  

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Jawa Barat 5.578 kasus terdiri 5.549 transmisi lokal dan 29 PPLN dengan kumulatifnya 1.058.652 kasus, diikuti DKI Jakarta 3.872 kasus terdiri 3.515 transmisi lokal dan 357 PPLN dengan kumulatifnya 1.207.927 kasus, Jawa Tengah 3.126 kasus transmisi lokal dengan kumulatifnya 603.313 kasus, Jawa Timur 2.245 kasus terdiri 2.233 transmisi lokal dan 12 PPLN dengan kumulatifnya 559.953 kasus, serta DI Yogyakarta 1.474 kasus transmisi lokal dengan kumulatifnya 209.330 kasus.  

Selain itu, per hari ini 27 provinsi menambahkan kematian dari kasus transmisi lokal dan PPLN. Khusus 1 kasus PPLN terdapat di Jawa Barat. Meski demikian, terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi harian diantaranya, Jawa Tengah 87 kasus dengan kumulatifnya 31.748 kasus, diikuti Jawa Timur 37 kasus dengan kumulatifnya 30.815 kasus, Jawa Barat 27 kasus dengan kumulatifnya 15.314 kasus, DI Yogyakarta 13 kasus dengan kumulatifnya 5.540 kasus, serta Bali 12 kasus dengan kumulatifnya 4.503 kasus.  

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 88.218.970 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 11.136.665 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 75.404.065 spesimen. Positivity rate spesimen (NAAT dan Antigen) harian di angka 16,39% dan positivity rate spesimen mingguan (27 Februari - 5 Maret 2022) di angka 16,27%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 346 spesimen.  

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 184.324 orang dan kumulatifnya 58.166.096 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 52.339.507 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 157.988 orang. Sementara positivity rate (NAAT dan Antigen) orang harian di angka 14,29% dan positivity rate orang mingguan (27 Februari - 5 Maret 2022) di angka 15,47%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.  

Baca juga : Skrining Kesehatan Rutin Disarankan Sejak Usia 15 Tahun

Sebelumnya, pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk Pulau Jawa-Bali kembali diperpanjang melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) No. 15 Tahun 2022. 

Dalam InMendagri terbaru ini, terjadi penurunan level PPKM sejumlah daerah dalam wilayah aglomerasi.  

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengapresiasi pencapaian daerah-daerah yang berhasil menurunkan level PPKM-nya. 

Sebaliknya, yang masih mengalami kenaikan level, diminta segera melakukan aksi cepat tanggap mengevaluasi kepatuhan protokol kesehatan, maupun cakupan vaksinasi lengkap dan boosternya. 

"Ini adalah perkembangan terbaru kebijakan berlapis pengendalian covid-19 nasional, dalam rangka adaptasi menuju masyarakat yang semakin produktif dan aman beraktivitas di masa pandemi," kata Wiku 

Dalam InMendagri terbaru ini, terdapat 2 wilayah aglomerasi yang turun ke level 2 ialah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan  Bekasi (Jabodetabek) dan Surabaya Raya. Sedangkan untuk wilayah aglomerasi DI Yogyakarta, Kota Magelang, Kota Madiun masih berada di level 4. 

Sementara, untuk wilayah di luar aglomerasi, terdapat 2 kabupaten yang naik ke level 3 yaitu Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Pacitan. Lalu, ada 5 kota turun ke level 3 diantaranya Kota Cilegon, Kota Sukabumi, Kota Cirebon, Kota Salatiga dan Kota Tegal.  

Serta 5 kabupaten/kota lainnya turun ke level 2 antara lain Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Tulungagung, Kota Probolinggo, Kabupaten Pasuruan dan  Kabupaten Jember. (OL-7)

BERITA TERKAIT