04 March 2022, 21:00 WIB

Dukung Pertahanan Negara, BRIN-Kemenhan Jalin Kerja Sama Riset


Faustinus Nua |

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan RI) menjalin kerja sama terkait pemanfaatan riset dan inovasi dalam mendukung pertahanan negara. Riset dan inovasi menjadi sektor penting untuk menjaga dan melindungi kedaulatan negara dari tantang masa depan.

Menhan Prabowo Subianto menilai bahwa saat ini scientist merupakan harapan yang sangat besar bagi negara. Bidang-bidang keilmuan yang dipelajari berupa STEM Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dianggap sebagai masa depan bangsa. Kedaulatan bangsa dan negara di abad ke-21 ini pun akhirnya tergantung pada kekuatan yang dimiliki Indonesia dalam bidang STEM.

“Kami sangat tertarik untuk bekerja sama dengan BRIN dan mendukung gagasan-gagasan yang diberikan oleh BRIN. Kerja sama yang disepakati ini juga kami anggap sangat strategis. Kita butuh awak-awak yang menguasai teknologi yang bisa membawa kita berdaulat di abad ke-21 ini. Because you are the brain of the country, you are the hope,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (4/3).

Ruang lingkup kerja sama kedua pihak untuk jangka waktu 3 tahun ke depan meliputi penyelenggaraan riset dan inovasi di bidang pertahanan. Kemdian ada pemanfaatan hasil riset dan inovasi di bidang pertahanan, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penggunaan fasilitas dan infrastruktur yang dimiliki. Kegiatan lain yang disepakati oleh kedua pihak sesuai dengan tugas dan fungsi berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

Sementara itu, Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menyampaikan salah satu tujuan dibentuknya BRIN adalah untuk mengintegrasikan aktifitas riset yang dikelola oleh pemerintah. BRIN dibentuk sebagai entitas sipil murni sehingga akan lebih mudah dan fleksibel dalam melakukan aktifitas riset dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Meski demikian BRIN tetap fokus dan mendukung industri pertahanan melalui holding industri pertahanan yang ada di Kementerian BUMN. Selain itu, BRIN juga mempunyai program penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia melalui Degree By Research yang dapat menjawab tantangan ke depan.

“Kami tetap siap mendukung, bahkan jadikan BRIN ini sebagai R&D dari holding industri pertahanan. Kita tidak mungkin bisa bersaing tanpa adanya product development yang berbasis teknologi. BRIN ada untuk semua pihak termasuk kementerian/lembaga terkait dan industri/pelaku usaha di Indonesia. Kita harus membuat diferensiasi produk berbasis sains dan teknologi agar lebih memiliki daya saing termasuk dalam industri pertahanan,” kata Handoko. (H-2)

BERITA TERKAIT