26 February 2022, 08:45 WIB

Kunci Selesaikan Pandemi dengan Meningkatkan Imunitas Penduduk


M. Iqbal Al Machmudi |

EPIDEMIOLOG Universitas Indonesia (UI), Dokter Pandu Riono mengatakan untuk mengakhiri pandemi perlunya imunitas yang merata seluruh masyarakat.

Namun saat ini sebagian besar penduduk sudah memiliki imunitas dari vaksin maupun penyintas/alamiah membuat sejak Agustus 2021 hingga Januari 2022 angka kematian lebih sedikit.

"Ini menunjukkan bahwa sebagian besar ketahanan dari imunitas penduduk. Artinya apa pun variannya diharapkan bisa mencegah keparahan dan kematian," kata Pandu dalam konferensi pers daring, Jumat (25/2).

Baca juga: Vaksinasi Booster Berikan Perlindungan 91% dari Risiko Terburuk Infeksi Covid-19

Baca juga: Vaksinasi Dosis I di Pidie Capai 88 Persen

Kematian tetap terjadi karena banyak faktor yang belum diatasi seperti komorbid, masih banyak penduduk yang belum memiliki imunitas, atau imunitas menurun drastis atau belum divaksinasi.

Angka penularan juga didukung dengan efikasi literasi dan ketaatan penduduk melakukan protokol kesehatan namun tidak menutup kemungkinan masih banyak orang yang masih abai atau lupa. Sehingga yang bisa bergantung hanya pada imunitas penduduk dengan upaya vaksinasi.

"Dengan harapan imun penduduk tetap tinggi maka kita melakukan vaksinasi booster sehingga harapannya bisa mempertahankan imunitas dan mencegah kematian terutama pada lansia dan komorbid," ujar Pandu.

Pandu juga menjelaskan perkembangan dan lamanya masa pandemi akan dipengaruhi oleh tergantung dari varian SARS-Cov-2 ini sendiri. Semakin banyak varian maka teknik penanganan juga berbeda dan akan memakan waktu lama.

Kemudian dipengaruhi oleh mobilitas penduduk karena bila terjadi varian baru sebelum ada mobilitas penduduk yang masif maka akan lebih cepat menyebar seperti pengalaman lonjakan varian delta karena ada mudik lebaran yang mempengaruhi penyebaran ke seluruh wilayah Tanah Air dan terjadi lonjakan delta.

"Kemudian kita mengalami penurunan kasus hingga akhirnya Januari 2022 ada lonjakan varian omikron namun didukung tidak ada aktivitas mobilitas yang masif sedikit mendukung penurunan," ungkapnya.

"Namun karakteristik virus yang mudah cepat menular sehingga angka positifnya kembali naik," pungkasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT