25 February 2022, 18:24 WIB

Diabetes Melitus dan Hipertensi Paling Banyak Sebabkan Pasien Covid-19 Meninggal 


M. Iqbal Al Machmudi |

DOKTER Spesialis Paru dari RSUP Persahabatan Erlina Burhan mengatakan, komorbiditas pada pasien covid-19 yang terbanyak adalah diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Keempat penyakit tersebut sangat mempengaruhi kondisi pasien covid-19 hingga menyebabkan kematian. 

"Untuk kematian penyakit terbanyak komorbid yang melekat pada pasien covid-19 meninggal adalah diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Jadi 4 penyakit ini berhubungan dengan kematian," kata Erlina dalam konferensi pers daring, Jumat (25/2). 

Ia mengungkapkan, persentase pasien Covid-19 yang meninggal dengan komorbid diabetes melitus sebanyak 9,4%, hipertensi 9,2%, penyakit jantung 4,8%, dan penyakit ginjal 2%. Sementara komorbid yang bisa mempermudah positivity rate yakni hipertensi 50%, diabetes melitus 36,7%, penyakit jantung 16,8%, dan kehamilan 10,3%. 

Selain itu, adanya varian omikron menyebabkan penularan Covid-19 begitu cepat, karena meski sudah divaksin lengkap bahkan ditambah dengan booster masih bisa ditembus oleh omikron. Meski gejalanya ringan namun tetap saja tertular. 

Baca juga : Tinjau Vaksinasi di Riau, Airlangga Minta Perluas Cakupan Vaksinasi Anak

"Ini menunjukkan bahwa memang omikron berpengaruh terhadap penurunan efektivitas dari vaksin tapi jangan diambil kesimpulan untuk tidak vaksin. Karena bila sudah divaksin dan tertular maka gejalanya akan lebih ringan dan juga keparahannya lebih ringan oleh sebab itu bisa mengurangi risiko kematian" ujar Erlina. 

Erlina menyebutkan, kekhawatiran kondisi gelombang ketiga ini selain penyebaran yang lebih cepat akan mempengaruhi jumlah pasien rawat inap dengan kondisi sedang, berat dan kritis namun biasanya presentasenya hanya 10 persen. 

"Jadi untuk mencegah orang dirawat di RS maka perlu mencegah kasus harian dan kalau kita tidak bisa mencegah kasus harian maka akan membuat sistem kesehatan kewalahan dan membebani sistem kesehatan" pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT