21 February 2022, 11:48 WIB

Sajikan Drama Sejarah Danau Toba, 'Indonesian Night 2022' di Oregon, AS, Meriah


mediaindonesia.com |

“MARI kita jaga spirit persatuan kebhinekaan Indonesia dengan toleransi, solidaritas, dan persaudaraan yang telah menopang persatuan Indonesia selama ini”.

Demikian pesan Konjen RI di San Francisco, Prasetyo Hadi, dalam sambutan pembukaan acara “Indonesian Night 2022: The Origins” yang diselenggarakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (Permias) Oregon State University di Corvallis, Oregon, Amerika Serikat (AS) pada malam waktu setempat tanggal 18 Februari 2022. 

Berbagai pertunjukkan seni dan budaya ditampilkan oleh mahasiswa Indonesia, warga dan diaspora Indonesia, serta kelompok seni budaya Indonesia yang beranggotakan warga negara setempat.

Sesuai dengan tema kegiatannya, “The Origins”, acara diisi dengan drama yang menceritakan asal usul Danau Toba di Sumatera Utara dan Danau Sentani di Papua yang diselingi berbagai pertunjukan tarian, gamelan, dan musik band, serta suguhan sejumlah masakan Indonesia. 

“Berbagai kreativitas yang menampilkan kegiatan seni Indonesia di luar negeri perlu terus didorong untuk semakin mempromosikan budaya Indonesia di luar negeri,” tambah Prasetyo.

Promosi budaya dan kuliner Indonesia merupakan bagian dari diplomasi budaya yang saat ini tengah ditingkatkan oleh pemerintah Indonesia.

Menurut Prasetyo, peran masyarakat dan diaspora Indonesia di luar negeri, termasuk friends of Indonesia dan Indonesianis, juga sangat penting bagi diplomasi publik yang pada gilirannya diharapkan bermanfaat secara ekonomi bagi Indonesia. 

Pada acara yang digelar dengan prokes ketat tersebut juga ditampilkan berbagai makanan atau kuliner Indonesia sebagai upaya diplomasi kuliner atau yang dikenal dengan “gastrodiplomacy”.

“Diharapkan, hal ini dapat menjadi peluang untuk meningkatkan pemasaran dan penjualan produk pangan olahan dan rempah Indonesia di luar negeri,” ujar Prasetyo.

Lebih lanjut, gastrodiplomasi merupakan bagian dari upaya diplomasi yang tujuannya antara lain untuk meningkatkan nation branding Indonesia, khususnya di bidang keaslian makanan Indonesia dan kekayaan rempah-rempahnya.

Konjen Prasetyo juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia yang hadir untuk terus menjaga kesehatan di tengah masih tingginya angka kasus sebaran pandemi Covid-19. Dalam kaitan ini, seiring dengan pelaksanaan fungsi perlindungan WNI di luar negeri, KJRI San Francisco terus berupaya memastikan semua warga negara di wilayah kerjanya dalam keadaan aman dan terhindar dari penyebaran virus Covid-19. 

Dari sekitar 13.886 WNI di wilayah kerja KJRI San Francisco yang meliputi delapan negara bagian dan teritori, jumlah WNI tertinggi berada di California bagian utara dan negara bagian Washington yang berjumlah sekitar 6.000 orang, dimana 517 di antaranya merupakan mahasiswa dari berbagai universitas di negara bagian Oregon.

Prasetyo juga telah menyampaikan pesan langsung dalam pertemuan dengan Gubernur Oregon dan Walikota Salem sebagai ibukota negara bagian Oregon sehari sebelumnya (18 Februari 2022) guna menekankan seluruh WNI di wilayahnya mendapatkan perlindungan.

Dalam acara yang digelar dengan prokes yang ketat tersebut, ratusan peserta hadir dari berbagai kalangan di antaranya mahasiswa AS dan pelalajar/mahasiswa asing lainnya, hingga masyarakat diaspora dan mahasiswa Indonesia lintas kampus di wilayah negara bagian Oregon. 

“Saya senang sekali dapat menghadiri acara Indonesia Night 2022 di Oregon. Saya baru petama kali melihat tari payung asal Sumatra, tariannya sangat unik. Selain itu, beragam kuliner Indonesia yang dihidangkan lezat sekali khususnya tempe,” ujar Rachael Fahrenbach, masyarakat AS di kota Corvallis.

Konsul Penerangan Sosial dan Budaya KJRI San Francisco, Mahmudin Nur Al-Gozaly, yang juga turut hadir dalam acara, menyampaikan acara sosial budaya semacam ini sejalan juga dengan program pemerintah “Spice Up the World” yang fokusnya untuk mendorong industri kuliner Indonesia melalui pembukaan restoran Indonesia di luar negeri.

Acara ditutup dengan gerakan flash mob Papua yang kompak dan meriah guna menambahkan kecintaan dan mengobati kerinduan para mahasiswa Indonesia di luar negeri pada budaya bangsa Indonesia. (RO/OL-09)
 

BERITA TERKAIT