12 February 2022, 19:00 WIB

WHO Prakualifikasi Obat Radang Sendi untuk Kasus Covid-19 Parah


Mediaindonesia.com |

ORGANISASI Kesehatan Dunia melakukan prakualifikasi pengobatan arthritis, tocilizumab, untuk digunakan pada pasien yang dirawat di rumah sakit dengan covid-19 yang parah. Ini sebagai upaya untuk meningkatkan akses ke obat yang mahal.

Antibodi monoklonal, yang digunakan dalam obat antiinflamasi yang dibuat oleh raksasa farmasi Swiss Roche, telah terbukti mengurangi risiko kematian dan waktu rawat inap pada pasien tertentu yang menderita covid-19 parah. WHO pada Jumat (11/2), seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, merekomendasikan penggunaannya untuk mengobati covid-19 yang parah di rumah sakit.

Namun pasokannya masih terbatas dan sangat mahal. Dosis tunggalnya dilaporkan mencapai US$600 di negara-negara berpenghasilan rendah. Prakualifikasinya akan membantu membuatnya lebih mudah diakses.

Badan kesehatan PBB itu menambahkan tiga komposisi berbeda dari antibodi monoklonal ke daftar perawatan prakualifikasi untuk penyakit pandemi. Langkah ini bertujuan memacu lebih banyak produksi versi generik yang lebih murah.

"Pendaftaran tersebut harus membuka jalan bagi lebih banyak perusahaan yang maju untuk mencari prakualifikasi WHO, sehingga meningkatkan jumlah produk yang terjamin kualitasnya dan menciptakan persaingan yang mengarah ke harga yang berpotensi lebih rendah," kata WHO dalam suatu pernyataan. "Prakualifikasi produk-produk ini juga akan memfasilitasi otorisasi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah atas mereka sebagai perawatan covid-19," katanya.

WHO mengatakan kepada AFP bahwa proses prakualifikasinya terutama ditujukan untuk memastikan kualitas, keamanan, dan kemanjuran produk medis yang dibeli di negara-negara berkembang. Prakualifikasi memberikan jaminan kepada negara-negara bahwa mereka membeli produk kesehatan yang berkualitas.

Sebelum tocilizumab, WHO telah melakukan prakualifikasi tiga komposisi berbeda pada steroid deksametason untuk mengobati covid-19 serta remdesivir antivirus Gilead. Namun prakualifikasi tersebut telah ditangguhkan.

Tocilizumab sebelumnya diotorisasi sebagian besar untuk pengobatan radang sendi di sekitar 120 negara. Namun selama pandemi, obat itu juga terbukti menekan badai sitokin yang berbahaya--reaksi berlebihan dari sistem kekebalan terhadap virus korona.

WHO menunjukkan bahwa paten untuk tocilizumab telah kedaluwarsa untuk sebagian besar penggunaan. Ini, katanya, berarti tidak boleh ada hambatan kekayaan intelektual, meskipun memperingatkan ada ketersediaan global yang rendah untuk produk biosimilar yang terjamin kualitasnya.

WHO mengatakan saat ini sedang berdiskusi dengan Roche agar menurunkan harga dan meningkatkan akses di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Ini sementara prakualifikasi khusus untuk produk Roche. 

Baca juga: Kasus Covid-19 Global Turun, Paten Vaksin Minta Ditiadakan

"Banyak perusahaan generik sudah memproduksi tocilizumab, beberapa di antaranya juga telah mengajukan prakualifikasi. Jika terbukti memenuhi standar WHO, mereka dapat memasuki pasar internasional. Dalam arti, prakualifikasi juga secara tidak langsung mempromosikan produksi lokal yang berkualitas, dan pada akhirnya pasokan yang lebih besar dan harga yang lebih kompetitif." (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT