12 February 2022, 11:46 WIB

Ma'ruf: Jangan Jadi Bangsa Pengekor


Emir Chairullah |

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin meminta adanya penguatan SDM untuk dapat menguasai teknologi dan inovasi agar Indonesia dapat menjadi bangsa pencipta. Adanya kemampuan untuk mengikuti perubahan teknologi dan memanfaatkannya menjadi sebuah keniscayaan untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat. 

“Bangsa pencipta adalah bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik. Pahami dengan baik bahasa kemajuan ini agar membawa kemanfaatan sehingga kita tidak menjadi bangsa pengekor,” tutur Ma’ruf dalam orasi ilmiahnya pada acara Wisuda Periode VII Tahun Ajaran 2021/2022 Universitas Brawijaya melalui konferensi video, Sabtu (12/1)

Hadir dalam acara wisuda ini, para civitas akademi Universitas Brawijaya, para wisudawan, dan para orang tua mahasiswa.

Ma’ruf menyebutkan, perubahan teknologi akan selalu terjadi dan semakin intensif. Sehingga, inovasi menjadi salah satu kesempatan terbaik untuk memitigasi perubahan ini. “Gunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai untuk menciptakan inovasi tiada henti,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama Wapres menjelaskan mengenai konsekuensi dari sebuah perubahan dimana teknologi yang sangat canggih hari ini akan menjadi usang di masa depan, digantikan dengan teknologi yang lebih mutakhir. Model pembangunan tradisional tentu tidak dapat lagi menjawab tantangan ini, sehingga diperlukan terobosan melalui pembangunan yang mengedepankan penguasaan teknologi dan inovasi. 

“Pemerintah sangat menyadari hal ini dan memiliki visi agar Indonesia dapat mengalami lompatan kemajuan melalui penguasaan teknologi dan inovasi, terlepas dari kekayaan SDA (Sumber Daya Alam) yang dimiliki. Oleh karena itu, seluruh sumber daya kebijakan, anggaran, dan pelaksanaan pembangunan dikerahkan untuk memastikan agar peningkatan mutu sumber daya manusia terus terjadi,” paparnya.

Lebih lanjut Ma’ruf menyampaikan, pemerintah menyiapkan beberapa upaya untuk memperkuat kualitas SDM Indonesia. “Peningkatan keterampilan digerakkan salah satunya lewat Kartu Prakerja dan BLK Komunitas, penyediaan dana abadi riset, beasiswa mahasiswa di dalam dan luar negeri juga dinaikkan, juga pertukaran pelajar, fasilitas digitalisasi, misalnya pembangunan serat optik, dan masih banyak yang lainnya lagi,” ungkapnya.

Menutup orasi ilmiahnya, Ma’ruf pun mengimbau agar seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Brawijaya dapat terus membekali diri dengan ilmu yang teraktual dan kapasitas kewirausahaan. Sebab, hal tersebut akan menjadi pegangan utama dalam menciptakan inovasi yang merupakan modal dasar dalam kesejahteraan. 

“Bekali kemampuan diri dengan kapasitas kewirausahaan. Ilmu pengetahuan dan inovasi akan memiliki efek yang luar biasa bagi perubahan masyarakat apabila dikaitkan dengan dunia usaha. Kewirausahaan akan menjadi medium inovasi untuk memproduksi komoditas dan membuka lapangan kerja. Itulah bahan baku utama kesejahteraan,” pungkasnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya Aulanni’am menyebutkan, wisuda mahasiswa Universitas Brawijaya kali ini masih dilakukan di masa pandemi Covid-19. Sehingga, prosesi pelaksanaannya belum dapat dilakukan secara luring keseluruhan, namun dilaksanakan menggunakan metode campuran, luring dan daring. 

Adapun jumlah wisudawan yang mengikuti acara hari ini berjumlah 870 orang. “Wisuda kali ini sangat berbeda dengan acara wisuda sebelum pandemi Covid-19. Namun kali ini sudah bisa dilakukan dengan hybrid, campuran yang luring terbatas. Dengan keterbatasan berharap agar wisuda bisa berjalan lancar tanpa mengurangi arti wisuda yang ditunggu oleh para wisudawan dan orang tua wisudawan,” tandasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT