09 February 2022, 11:54 WIB

Kepala BRIN: Semua Orang Bisa Menjadi Periset


Faustinus Nua |

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mendorong masyarakat untuk gemar melakukan riset. Menurutnya riset bukan sesuatu yang eksklusif, yang hanya dilakukan oleh para peneliti.

“Dunia riset itu tidak melulu untuk periset, setiap orang bisa menjadi periset. Kepada anak-anak muda kita menyampaikan riset bukan suatu yang ekslusif, tidak perlu jadi akademisi untuk melakukan riset. Siapa saja kita dorong untuk gemar melakukan riset,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (9/2).

Dijelaskan Handoko, kegiatan riset merupakan solusi untuk mengatasi masalah. Sehingga pada dasarnya semua orang perlu melakukan riset.

Selain itu, riset juga melatih untuk sensitif terhadap masalah dan kreatif mencari solusi dari permasalahan tersebut. Maka dari itu, BRIN memberikan stimulus dan memfasilitasinya dengan berbagai skema yang terbuka bagi siapa saja, misalnya ada hibah untuk start up. “Kita open bagi semua masyarakat maupun komunitas, untuk siapa saja. Ini bentuk dukungan BRIN bagi inovasi yang datang dari masyarakat,” katanya.

Handoko juga menyampaikan dukungan dan peran BRIN bagi aktivitas riset di perguruan tinggi. Salah satu peran BRIN adalah menyediakan infrastruktur riset, baik laboratorium dan peralatannya. “Karena kan mereka (perguruan tinggi) belum punya (infrastruktur), sehinga mereka bisa melakukan riset apa saja dengan infrastruktur riset yang kita miliki,” sebutnya.

Selanjutnya, BRIN juga memiliki program fasilitasi hibah riset yang dikompetisikan secara terbuka. Dikatakan Handoko, banyak sekali fasilitas yang diberikan BRIN untuk riset di perguruan tinggi melalui berbagai skema hibah riset.

“Kita punya berbagai skema, dan itu terbuka untuk semua pihak termasuk perguruan tinggi. Sehingga kita otomatis mendukung riset perguruan tinggi. Karena perguruan tinggi juga basisnya riset bukan hanya pendidikan saja,” jelasnya.

Menurut Handoko berbagai skema dan fasilitasi riset itu ada, karena BRIN saat ini telah mengkosolidasikan sumber daya baik SDM, infrastruktur dan anggaran. Sehingga dengan mengkosolidasikan itu, BRIN mampu memfasilitasi berbagai pihak untuk masuk ke dalam aktifitas riset termasuk kampus yang di dalamnya ada dosen dan mahasiswa.

“Tentu saja, dengan konsolidasi ini kita mampu melakukan inisiatif open platform, dimana kita bisa membuka fasilitas riset sehingga kalau kampus dan industri tidak punya infrastuktur bisa memakai peralatan tersebut. Itu kan yang tidak bisa kita lakukan sebelumnya untuk mewadahi periset di indonesia,” tandasnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT